Mantan Wali Kota Blitar Kandidat Wagub DKI Jakarta

 

Mantan Wali Kota Blitar Kandidat Wagub DKI Jakarta
Djarot Syaiful Hidayat, politikus PDIP

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) telah menyiapkan sejumlah nama untuk dicalonkan mengisi kursi wakil gubernur DKI Jakarta yang kosong karena, Basuki Tjahaja Purnama, yang sebelumnya menjabat wagub akan naik menjadi gubernur DKI.

Di antara nama yang santer disebut bakal dicalonkan PDIP mengisi kursi wagub DKI adalah Boy Bernardi Sadikin, ketua DPD PDIP DKI yang juga mantan ketua DPRD DKI.  Selain Boy, Wakil Sekjen PDIP, Hasto Kristyanto, juga menyebut nama lain sebagai kandidat cawagub dari PDIP, yakni Djarot Syaiful Hidayat, politikus PDIP yang sukses menjabat Wali Kota Blitar selama dua periode.

“Tentu nanti ketua umum akan putuskan terbaik bagi masyarakat DKI. Karena DKI itu representasi Indonesia,” kata Hasto di Jakarta. Dia juga menyebut sosok Boy Sadikin sebagai sosok yang memiliki ketegaran sebagai pemimpin.

Menurut Hasto, menjadi pemimpin, khususnya di DKI harus memiliki kemampuan mengambil terobosan dan berani berhadapan dengan kelompok kepentingan yang ingin menjauhkan kepentingan rakyat. “Tugas partai menempatkan kader terbaik dalam jabatan strategis untuk mengawal semua kebijakan, terlebih di DKI banyak masalah yang harus diselesaikan bersama,” ujarnya.

Dia menilai, era kepemimpinan Jokowi-Ahok telah meletakkan dasar yang baik dan menunjukkan satu kesatuan kepemimpinan. Tradisi ini lanjutnya, harus dilanjutkan oleh cawagub yang akan mendampingi Ahok.  “Kepemimpinan Ahok dengan calon punya satu kepentingan yang menjalankan visi misi Jokowi saat menjadi calon gubernur saat itu,” paparnya.

Dia memastikan, PDIP sebagai partai punya tugas menyiapkan calon pemimpin, sebagaimana fungsi kaderisasi  yang telah dijalankan partai sejak 2001. PDIP memiliki mekanisme dan proses penjaringan cawagub dengan mendengar masukan dari internal partai maupun DPD.

“Tapi prinsipnya siapapun yang jadi calon sebelum ditetapkan harus punya semangat sama, mengingat tugas tanggung jawab Jokowi sebagai gubernur banyak yang harus direalisasikan, sehingga itu semua harus senafas,” terang Hasto. (rpb/ram)