Mantan Presiden Iran, Rafsanjani Tutup Usia

Mantan Presiden Iran, Rafsanjani Tutup Usia

foto: bbc

Mantan Presiden Iran yang juga tokoh politik yang cukup dominan di era tahun 1980-an, Ali Akbar Hashemi Rafsanjani tutup usia akibat serangan jantung pada Senin (9/1/2017). Rafsanjani meninggal pada usia 82 tahun, demikian dilaporkan BBCNews.

Rafsanjani menjabat sebagai presiden Iran pada periode 1989 hingga 1997. Ia dikalahkan oleh Mahmoud Ahmadinejad ketika masuk kembali dalam bursa pemilihan presiden pada tahun 2005. Kendati dipandang sebagai bagian dari tokoh agama, namun ia juga dinilai sebagai tokoh konservatif yang pragmatis menyusul langkahnya yang membuka hubungan dengan Barat.

Kedudukan terakhirnya di pemerintahan adalah Kepala Dewan Kebijaksanaan, yang tugasnya  menyelesaikan perselisihan antara parlemen dan Dewan Garda. Namun disebut-sebut bahwa peran lembaga tersebut belakangan mulai meredup.

Kematiannya juga telah dikonfirmasikan lewat sebuah siaran stasiun televisi pemerintah. “Ayatullah Hashemi-Rafsanjani, kepala lembaga Kebijaksanaan, yang hidupnya diabdikan untuk jalan Islam dan Revolusi, telah meninggal dunia,” demikian sebuah informasi disampaikan di saluran televisi Channel One.

Kematiannya dinilai merupakan pukulan bagi gerakan reformasi Iran yang terpinggirkan, termasuk bagi kelompok moderat di pemerintahan. “Ia akan dikenang,” kata Farshad Ghorbanpour, seorang analis politik yang dekat dengan kelompok reformis. “Ia semakin tak memiliki kekuasaan, namun ia memberikan kami harapan. Sekarang kami harus melakukannya tanpa beliau,” ujarnya seperti dikutip The New York Times.

Rafsanjani memiliki karir panjang sebagai seorang tokoh revolusioner Islam. Namun ia juga diduga sebagai tokoh yang mengumpulkan kekayaan dan pengaruh. Rafsanjani juga dikenal sebagai salah satu pimpinan Revolusi Islam Iran tahun 1979, dan merupakan tangan kanan pendiri Republik Islam Iran, Ayatullah Rohullah Khomeini. (bst)