Mantan Pimpinan KPK: Rakyat Tak Ingin Polri Dipimpin Orang Bodong

bibid

Jika jam diputar ulang, konflik antara Kepolisian RI dan Komisi Pemberantasan Korupsi  sudah meletup sejak 2009, dan kembali panas dengan ditangkapnya Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto Jumat (23/1/2015) kemarin. Jika ada yang bisa didengar pendapatnya secara obyektif dan masuk akal, salah satunya adalah Bibit Samad Rianto.
Dia adalah mantan petinggi komisi anti rasuah yang pernah ditangkap dan ditahan Polri, plus latar belakang dia sebagai polisi karir yang pernah menjabat Kapolres dan Kapolda. Menurut Bibit, memang ada indikasi sebagian besar masyarakat lebih berpihak kepada KPK bilamana perseteruan kembali memanas. “Pertama, masyarakat sudah muak dari korupsi dan ingin pemerintah bersih dari korupsi. Kedua, masyarakat sangat percaya dan tak mau komisi diganggu. Ketiga, rakyat juga mencintai polisi, mereka tidak rela polisi dipimpin oleh orang-orang yang bodong,” kata Bibit. “Penegakan hukum itu harus jalan, dengan yang sebenarnya. Selama ini kan berarti tidak sebenarnya, bisa diatur-atur, nah sekarang ini jangan diatur,” kata pria pensiunan berpangkat Irjen Polisi ini.
Bibit, yang ditahan polisi dengan tuduhan penyalahgunaan wewenang pada September 2009, juga tak mau menutup-nutupi kondisi riil pola interaksi kedua lembaga tersebut. “Hubungan antara polisi dengan KPK sebagai sesama penegak hukum kurang harmonis atau tidak hamonis, itu kelihatan jelas. Itu saya alami waktu saya menjadi pimpinan. Saya mencoba untuk koordinasi dengan mereka, ternyata no time to meet,” kenangnya.
Bibit menyarankan agar dalam konflik KPK dan Polri yang terakhir ini, masing-masing pihak bersikap dengan kepala dingin. “Saya harap ini tidak belanjut, kita cooling down masing-masing, dan tingkatkan koordinasi,” pungkasnya. (bst)