Mantan Bos Garuda Gabung Bank Danamon

Mantan Bos Garuda Gabung Bank Danamon
sumber foto:liputab6

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) yang diadakan pada Selasa (7/4/2015), memutuskan untuk mengangkat Emirsyah Satar menjadi komisaris Independen. Pengangkatan Emir berlaku efektif saat lulus uji kelayakan dan kepatutan (Fit and Proper Test) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Emir sebenarnya bukan orang baru di Bank Danamon. Pada awal tahun 2003, ia diangkat sebagai Deputi CEO bank yang sebagian besar sahamnya didekap oleh Temasek Holdings tersebut. Namun pada 2005, ia diangkat oleh pemerintah Indonesia sebagai CEO Garuda Indonesia dan membuatnya menjadi salah satu Pejabat Kepala Eksekutif sebuah maskapai penerbangan termuda di kawasan Asia Pasifik.

Pria yang saat ini berusia 55 tahun ini memulai karirnya di industri keuangan sebagai seorang auditor di Price Waterhouse Cooper dan kemudian mengambil posisi penting di beberapa perusahaan di dalam dan luar negeri, termasuk Citibank NA, Jan Darmadi Group dan Niaga Finance Hong Kong.

Emir mendapatkan gelar di bidang Akuntansi dari Universitas Indonesia dan menyelesaikan program akademik di Universitas Sorbonne, Paris, Perancis.

Dengan adanya Emir, jumlah komisaris Bank Danamon menjadi 7 orang dari sebelumnya hanya 6 orang. Berikut susunan lengkap Dewan Komisaris Bank Danamon:

  • Ng Kee Choe sebagai Komisaris Utama
  • J.B. Kristiadi Pudjosukanto sebagai Wakil Komisaris Utama (Independen)
  • Gan Chee Yen sebagai Komisaris
  • Manggi Taruna Habir sebagai Komisaris (Independen)
  • Ernest Wong Yuen Weng sebagai Komisaris
  • Made Sukada sebagai Komisaris (Independen)
  • Emirsyah Satar sebagai Komisaris (Independen)

Dividen

Selain menambah jumlah komisaris, RUPST Bank Danamon juga menyetujui pembayaran dividen tahun buku 2014. RUPST menyetujui pembayaran dividen tahun buku 2014 sebesar 30 persen dari laba bersih (konsolidasi) perseroan setelah pajak atau kurang lebih Rp 781,2 miliar yang merupakan sebesar  Rp 81,50 per lembar saham. Sedangkan 1 persen dari laba bersih akan dialokasikan sebagai cadangan umum sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Perseroan Terbatas. Sisa dari laba akan dibukukan sebagai laba ditahan.

Direktur Utama Bank Danamon, Sng Seow Wah mengatakan, pada tahun 2014, perseroan mulai menerapkan berbagai inisiatif transformasi bisnis untuk menghasilkan perubahan positif yang akan meningkatkan produktivitas serta kualitas layanan terhadap nasabah.

“Langkah-langkah ini diharapkan akan memperkuat kinerja bank sehingga memiliki pondasi yang kokoh untuk mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan, jelasnya seperti dikutip dalam keterangan tertulis.

Sedangkan untuk 2015, Bank Danamon tetap berfokus pada sektor mass market,terutama pada segmen usaha mikro dan pembiayaan kendaraan bermotor. (lp6/wh)