Manfaatkan Limbah Perca Batik jadi Berkelas

Manfaatkan Limbah Perca Batik jadi Berkelas
Ratusan perempuan mengikuti pelatihan Pahlawan Ekonomi di Kaza City, Surabaya, Minggu (24/5/2015). Umar alif/enciety.co

Ratusan ibu-ibu yang tergabung dalam Pahlawan Ekonomi (PE) Surabaya mengikuti pelatihan tambahan membuat aksesoris batik yang dipadu padankan dengan batuan.

Wahyu Rini Marhaeni dari UKM Rien’s Craft yang didapuk sebagai trainer, mengajak ibu-ibu untuk membuat berbagai aksesoris seperti kalung, cincin dan bros.

“Kami hanya memanfaatkan limbah perca batik yang tidak ada harganya dan bila dibentuk maka bisa dijual dengan harga tinggi,” kata Wahyu di Kaza City, Minggu (24/5/2015).

Limbah kain perca batik tersebut biasanya didapatkan dari bekas jahitan di tukang jahit atau bekas kain dari UKM-UKM yang lainnya. Dengan mempunyai berbagai ide dan keahlian merangkai, kain bekas perca tersebut yang tidak bernilai akan bisa dibuatkan aksesoris hingga mencapai Rp 200 ribu.

Untuk bahan-bahan penunjang lainnya juga mudah didapatkan. Yaitu berbagai macam batuan, mutiara, batu pecah, kerang, lem, benang, busa, jarum dan karton.

“Ide awalnya membuat berbagai aksesoris yang agak lama karena sulit. Namun bila sudah terbiasa sehari bisa dapat dua aksesoris yang bisa diselesaikan,” terusnya.

Wanita berkerudung ini juga menyarankan agar ibu-ibu PE untuk sering-sering melakukan eksperimen agar pelanggan tidak mudah cepat bosan. Ia mengakui bila aksesorisnya tersebut biasanya dijual ke teman dan ikut berbagai pameran seperti di PE.

“Aksesoris yang tidak biasa atau monoton maka akan terus dicari oleh pelanggan. Jadi ide harus jalan terus jangan terpaku dengan hal yang sama,” tukas wanita yang kini mempunyai dua karyawan tersebut. (wh)