Manfaatkan Bukalapak, Usaha UKM Makin Melonjak

Manfaatkan Bukalapak, Usaha UKM Makin Melonjak
Monica Harijati (dua dari kiri) saat dimintai Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk testimony di Launching Pahlawan Ekonomi Surabaya 2015 di Kaza City, Surabaya, Minggu (31/5/2015). Umar alif/enciety.co

Penjualan dengan memanfaatkan e-commerce atau secara online internet berhasil dirasakan Monica Harijati. Usaha kue yang dilakoninya dengan nama MJ Pastry ini cukup mendapat respons yang luar biasa ketika dipasarkan secara online.

“Dulu jualan kue hanya modal uang untuk belanja bahan. Saat jualan awal-awal, secara langsung di rumah, cukup laku. Tapi mau mengembangkan, kok harus menunggu untung yang lebih. Sementara yang beli di rumah tidak lagi ramai seperti di awal,” cerita Monica saat memberikan testimoni saat Launching  Pahlawan Ekonomi Surabaya 2015 di Kaza City, Surabaya, Minggu (31/5/2015).

Selanjutnya, Monica dibantu Joana, membuka pemasaran melalui blog. Respon awal cukup lumayan, tapi kemudian merasa tetap dan cenderung itu-itu saja yang beli. Pendapatan per hari masih dibawah Rp 1 juta. Belum besar. Hingga akhirnya, Monika memilih berlangganan dan membuka lapak di market place online e-commerce www.bukalapak.com.

“Usaha kue saya dikenal lebih luas. Banyak yang di luar kota lain dan hampir tiap hari ada transaksi melalui e-commerce ini dan sudah lebih dari sebelumnya,” ujar Monika tanpa menyebut angka pendapatannya saat ini.

Dengan peningkatan ini, usaha Monika yang termasuk di kelas usaha kecil menengah (UKM) bergarap usahanya bisa berkembang dengan menambah ruang produksi, toko jualan, karyawan. “Bisa membuka lapangan kerja bagi orang lain dan sebagainya,” tandas Monika.

Ahmad Zaki, Co-Founder sekaligus CEO bukalapak.com, disela acara mengakui pihaknya memberikan wadah seluasnya bagi UMKM untuk memasang penjualannya.

“Secara umum, transaksi melalui kami dari para UKM sebanyak 200.000-an, tercatat sekitar Rp 3 hingga Rp 4 miliar sehari. Jumlah itu cukup fantastis,” kata Zaki.

UKM di Jatim sendiri, sekitar 7 persen hingga 11 persen masuk diantara 200.000 tersebut. Dengan adanya program pahlawan ekonomi yang dilakukan Pemkot Surabaya, Zaki yang sudah memiliki perwakilan bukalapak.com di Surabaya ini, mengaku sudah memberikan pelatihan kepada sekitar 800 ibu-ibu Surabaya yang memiliki dan menjalankan usaha.

“Sekitar 50 persen di antara mereka berhasil berjualan secara online. Apalagi dukungan pemerintah Surabaya kepada para pahlawan ekonomi dengan memberikan kredit tablet yang paket internetnya sudah bekerjasama dengan salah satu operator merupakan langkah maju dan positif,” lanjut Zaki.

Saat ini selain terus agresif dalam mengembangkan UKM yang bergabung, bukalapak juga melakukan edukasi tentang keamanan dan kenyamanan dalam bertransaksi secara online. Apalagi UKM yang bergabung, pihaknya tidak memungut biaya alias gratis.

“Kami sudah cukup dari memungut para UKM yang sudah mapan, dan mereka yang memasang iklan maupun pelanggan premium. Sehingga ada subsidi silang dengan UKM yang masih baru,” lanjut Zaki.

Hingga akhir tahun 2015, Zaki menargetkan ada 500.000 UKM yang bisa dilayani bukalapak.com. (wh)