Mama Papua Barat Ikut 5 Pelatihan Creative Industry

Mama Papua Barat Ikut 5 Pelatihan Creative Industry

Pelatihan creative industry Pahlawan Ekonomi yang diikuti mama-mama Papua Barat di Kaza City Mall, Senin (28/8/2017). foto: arya wiraraja/enciety.co

Untuk memenuhi besarnya niat belajar 110 mama-mama Papua Barat yang hadir di Kota Surabaya, Pahlawan Ekonomi kali ini menggelar 5 pelatihan creative industry. Kegiatan tersebut digelar di Kaza City Mall, Jalan Kapas Krampung Surabaya, Senin (28/8/2017).

Nanik Heri, Koordinator Mentor Pelatihan Creative Industry Pahlawan Ekonomi, mengungkapkan jika 5 pelatihan yang disiapkan adalah menjahit baju kemeja dewasa, membuat pola dan mencanting batik tulis, membuat aksesoris gelang tembaga dengan hiasan batu alam, membuat produk hiasan tas noken berbahan daur ulang karung goni dan membuat souvenir sandal hotel.

Kata dia, untuk proses menjahit baju, mama Papua Barat diajak untuk bisa membuat pola dasar untuk baju yang akan dijahit. “Untuk membuat pola dasar ini, mama-mama yang hadir menjadi peserta pelatihan diwajibkan mampu mengukur badan sebelum memakai produk tersebut,” katanya.

MSetelah mendapatkan ukuran yang tepat, terang Nanik, peserta diwajibkan untuk bisa menguasai teknik memilih dan memotong bahan. Pada tahap ini, para peserta dituntut untuk memahami serat kain agar potongan yang dihasilkan rapi dan halus.

Selain menggelar pelatihan membuat baju kemeja dewasa, peserta juga diajak untuk menguasai teknik membuat kain batik. Yang dipilih batik motif Papua Barat.

“Langkah membuat kain batik adalah membuat pola batik pada bahan dasar kain. Untuk membuat motif batik, kita wajib secara detail gambar motif agar kain batik yang dihasilkan sempurna,” jelas owner Kriya Daun itu.

Wiwit Manfaati, mentor pelatihan creative industry, mengakar peserta membuat produk hiasan tas noken berbahan daur ulang karung goni. Kata dia, untuk menciptakannya butuh bahan-bahan, yakni jarum dan benang rajut aneka warna,

“Untuk membuat produk ini, para pelaku usaha wajib mengikuti perkembangan mode. Selain itu, pemilihan jarum dan teknik membuat simpul sangat dibutuhkan untuk membuat produk tersebut,” papar Wiwit.

Lantas, untuk menghasilkan produk gelang tembaga yang dilengkapi hiasan batu alam, Wiwit menuturkan, bahwa para peserta dituntut lebih kreatif membuat model produk.

“Untuk bisa membuat model kreatif produk gelang tembaga, mama-mama Papua Barat bisa menambah referensi model produk dengan sering melihat televisi, internet, dan lain sebagainya,” tegasnya. (wh)