Malaysia Ngefans Taman Kota Surabaya

 

Malaysia Ngefans Taman Kota Surabaya

Surabaya kembali kebanjiran tamu asing. Yang menarik, mereka datang karena mengaku ngefans dengan taman kota Surabaya. Penasaran, dua tamu dari dua kota Malaysia, Batu Pahat dan Johor Bahru berkunjung ke Surabaya, Selasa (20/5/2014). Rombongan dari Negeri Jiran itu diterima langsung Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di ruang sidang wali kota.

Hal senada disampaikan Datuk Bandar Johor Bahru Tuan Haji Abdul Rahman bin Muhamed Dewam mengatakan, berkat kepemimpinan Ibu Risma Surabaya berubah menjadi Kota yang diakui dunia. Beberapa penghargaan Internasional telah diraih. Belum lagi, Wali Kota Surabaya, juga dinobatkan sebagai Wali Kota terbaik dunia.

“Sepuluh tahun yang lalu, saya pernah berkunjung ke Surabaya. Namun kondisinya tidak seperti ini. Memang saya mendengar perkembangan dan prestasi Surabaya dari media. Ketika hari ini saya berkunjung langsung ke Surabaya, ternyata perubahannya sangat luar biasa,” ujar Datuk Bandar Johor Bahru, Tuan Haji Abdul Rahman bin Muhamed Dewam. Dengan logat Melayu yang kental, ia berharap langkah-langkah yang dilakukan Surabaya bisa diaplikasikan di Johor Bahru.

Ketua Delegasi Majlis Perbandaran Batu Pahat, Norashikin Binti Mohd Yasin mengaku sangat senang melihat sendiri Taman Bungkul yang mendapatkan penghargaan the 2013 Asian Townscape Award (ATA) untuk kategori Taman Terbaik Se-Asia dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Ibu Risma telah membangun Taman di Surabaya dengan baik. Sehingga, Kota Surabaya sekarang berubah menjadi kota yang bersih, hijau, dan nyaman,” katanya. Ia menambahkan, fasilitas yang ada di Taman Bungkul mengakomodir kebutuhan setiap elemen masyarakat.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menjelaskan ia membangun puluhan taman tersebut untuk menghapus kesenjangan sosial warga kota Surabaya. Di masa lalu, masih banyak masyarakat yang kekurangan. Ia berpikir, taman diperlukan untuk menghapus kesenjangan itu.

“Saya beranggapan taman merupakan tempat berkumpulnya warga. Disana ada yang kaya, miskin, tua, muda dan sebagainya. Pasti di taman lah mereka akan bersosialisasi,” tandasnya. (wh)