Makin Banyak Pengusaha Stres, Ini Solusinya

Makin Banyak Pengusaha Stres, Ini Solusinya
Dokter spesialis bedah syaraf RSUD dr Soetomo, dr Ahmad Fahmi Sp BS bersama Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (11/12/2015). foto maman/enciety

Jelang akhir tahun, kekhawatiran berlebihan hingga menyebabkan stres yang dialami para pengusaha semakin meningkat. Para pebisnis tersebut dituntut untuk menyelesaikan tanggung jawab perusahaannya hingga harus memikirkan planning di tahun depan guna mempertahankan dan mengembangkan usahanya.

Chairperson Enciety Business Bonsult Kresnayana Yahya mengatakan bergesernya penyakit dari infeksi ke non infeksi atau generatif di akhir tahun, kini lebih dominan dan banyak dialami masyarakat biasa hingga pengusaha.

“Namun lebih banyak pengusaha muda yang terkena penyakit yang diakibatkan oleh stres hingga menyebabkan parkinson. Mereka lebih banyak mencurahkan waktu agar tetap mempertahankan perusahaannya di tengah ekonomi Indonesia,” kata Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (11/12/2015).

Diteruskan dosen statistika ITS Surabaya ini, penyakit stres kini bisa disembuhkan oleh dokter dalam negeri. Tidak perlu lagi mencari pengobatan hingga ke rumah sakit di luar negeri.

“Perkembangan pengobatan syaraf di negara Indonesia kini lebih mumpuni dan berikan kesempatan deteksi dini lebih baik kepada para pasien. Juga adanya treatment dari dokter-dokter yang mampu menangani masyarakat,” ujarnya.

Dokter spesialis bedah syaraf yang bertugas di RSUD dr Soetomo, dr Ahmad Fahmi Sp BS, mengatakan gangguan syaraf yang paling ringan dan sering dialami masyarakat kini banyak menyerang anak muda usia 30 tahunan. Mulai dari lifestyle anak muda yang tidak memperhatikan kesehatan, banyaknya bahan kimia yang dikonsumsi tubuh, mulai pewarna makanan hingga minuman yang banyak mengandung gula, trauma dan genetika dari pasien itu sendiri.

“Otak manusia itu ibarat prosesor di komputer. Setiap inci atau bahkan mili mempunyai peran masing-masing. Tekanan syaraf yang ringan adalah gringgingen di tangan hingga yang berat adalah tumor dan sebaiknya bila ada masyarakat yang terkena gejala ini sebaiknya langsung periksa ke dokter agar ada pencegahan,” kata dokter yang bertugas di National Hospital Surabaya ini.

Untuk pasien yang terkena penyakit syaraf yang paling penting pengobatan sebenarnya bukan obat, namun perasaan bahagian atau happy. Dengan tidak memikirkan pekerjaan berat, dibantu keluarga dan masyarakat di sekelilingnya, maka pasien tersebut akan lebih cepat kesembuhannya.

“Dengan penanganan yang cepat dan tepat, maka penyakit ini akan dapat cepat disembuhkan. Dan yang terpenting adalah pasien berada di tengah keluarganya yang terus berusaha menghibur guna meningkatkan kepercayaan dirinya,” pungkas Fahmi. (wh)