Majelis MK Bulat Sahkan Jokowi Presiden RI

 

Majelis MK Bulat Sahkan Jokowi Presiden RI

Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi akhirnya memutuskan menolak permohonan pasangan calon presiden Prabowo Subianto dan calon wakil presiden Hatta Rajasa. Putusan itu tanpa diwarnai dengan perbedaan pendapat hakim atau dissenting opinion. Dengan kata lain, MK  menguatkan putusan sidang pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Juli 2014 lalu yang memutuskan pasangan Jokowi-Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden Terpilih .

“Menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya,” kata Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva saat membacakan putusan di Gedung MK, Kamis (21/8/2014).

Sidang dimulai pukul 14.30 WIB dan putusan itu dibacakan pukul 20.45 WIB. Usai Ketua MK Hamdan Zoelva mengetok palu, tidak ada perbedaan pendapat dari 9 Hakim Konstitusi.

Usai pembacaan putusan dan ketok palu tanda berakhirnya Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden 2014, seluruh Hakim Konstitusi kemudian saling bersalaman dan berfoto bersama.

Sebelummya, secara bergantian pada Hakim Konstitusi membacakan putusan.  Beberapa gugatan  kubu Prabowo-Hatta dimentahkan karena  bukti  hukum yang diberikan tak lengkap atau kurang meyakinkan. Seperti tuduhan adanya kecurangan yang Terstruktur, Sistemik dan Masif.  Tuduhan ini ditolak dan dimentahkan oleh MK.  (ram)