Majapahit Travel Fair 2016 Target Transaksi Rp 53 Miliar

Majapahit Travel Fair 2016 Target Transaksi Rp 53 Miliar

Jumpa pers MTF di Kantor Disbudpar Jatim, Senin (11/4/2016). Foto: sandhi nurhartanto/enciety.co

Wisata di Jawa Timur diharapkan terus meningkat. Bahkan kalau bisa harus dapat menyaingi Pulau Dewata Bali dengan banyaknya keindahan alam dan pantainya. Oleh karena itu, pihak

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur tahun ini berupaya mengembangkan destinasi wisata pantai. Ini dilakukan untuk mendongkrak wisata di Jawa Timur. Bahkan targetnya bisa menyaingi Pulau Dewata Bali dengan banyaknya keindahan alam dan pantainya

Kepala Disbudpar Jatim, Jarianto mengatakan, di Jatim terdapat potensi wisata pantai, namun belum tergarap secara serius, baik oleh pemerintah setempat maupun investor.

Menurut dia, sejumlah pantai yang sudah dikenal luas masyarakat di antaranya, pantai Papuma Jember, pantai G-Land, Pulau Merah dan Teluk Hijau Banyuwangi, Pantai Klayar dan Srau Pacitan, pantai Kedung Tumpang Tulungagung, Pantai Ngliyep dan Bale Kambang Malang, serta Pantai Bama Situbondo.

“Banyak pantai di Jatim yang belum tergarap secara maksimal untuk wisatawan. Kami akan terus perbaiki infrastruktur agar pantai-pantai tersebut bisa dijangkau dengan mudah oleh wisatawan. Kami juga berharap ada investor yang tertarik mengelola pantai,” kata Jarianto, Senin (11/4/2016) disela-sela jumpa pers di kantornya terkait Majapahit Travel Fair (MTF) 2016 yang akan diselenggarakan di Grand City pada 14-17 April mendatang.

Dia mengatakan, selama 2016 ini, pihaknya menargetkan 50 juta wisatawan nusantara (wisnu) datang ke Jatim. Sedangkan untuk wisatawan mancanegara bisa mencapai 600.000 atau naik dibanding tahun lalu sebanyak 521.000.

Jumlah wisatawan, baik dalam dan luar negeri mengalami peningkatan signifikan. Pada 2014 jumlah wisnu sebanyak 45,2 juta orang dan meningkat hingga 48,5 juta orang 2015.

“Kontribusi sektor wisata terhadap PDRD (product domestic regional bruto) di Jatim cukup tinggi. Sekitar Rp 92 triliun dari total PDRB Jatim Rp1.600 triliun. Tahun ini, PDRD sektor wisata kami perkirakan tumbuh diangka 6 persen,” ujarnya.

Guna menggerakkan sektor wisata pantai, dalam MTF 2016, Disbudpar mengambil tema ‘East Java Marine’. Diperkirakan ada sebanyak 100 orang buyer (pembeli) berasal dari 15 negara di ASEAN dan 20 orang buyer dari dalam negeri.

Kegiatan tahunan ini diikuti 80 pelaku usaha pariwisata yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Total jumlah peserta di even tahunan ini sebanyak 130 dengan jumlah 146 stan.

“Tahun ini, kami menargetkan nilai transaksi bisa mencapai Rp 53 miliar, naik dibanding tahun lalu sebesar Rp 50 miliar,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Asociation Of The Indonesian Tours  and Travel Agencies (Asita) Jatim, Imam Mahmudi mengatakan, pihaknya menyambut baik kegiatan MTF 2016. Menurut dia ini menjadi kesempatan yang baik bagi pelaku usaha travel agent untuk memasarkan paket-paket wisata mereka.

“Selain wisata gunung Bromo, yang kini banyak diminati wisatawan adalah wisata ke Banyuwangi. Bahkan, travel agen di Bali juga menawarkan Banyuwangi dalam paket wisata mereka,” kata Imam. (wh)