Mahathir Mohamad Serukan Turunkan Najib Razak

malaysiainidlm

Mantan pemimpin Malaysia Mahathir Mohamad, yang bergabung dengan para demonstran antipemerintah pada hari kedua, Minggu (30/8/2015), menyerukan gerakan ‘kekuatan rakyat’ menggulingkan Perdana Menteri Najib Razak akibat dugaan skandal finansial. “Cara satu-satunya untuk rakyat untuk mengembalikan sistem lama ialah mereka menggeser perdana menteri ini,” kata Mahathir  Mohamad, 90 tahun, yang pernah menjadi penyokong Najib dan sekarang pengeritik paling pedasnya.

“Dan untuk menggeser dia, rakyat harus memperlihatkan kekuatan rakyat. Rakyat seluruhnya tidak menginginklan pemimpin korup seperti ini,” kata Mahathir Mohamad, yang sangat dihormati, kepada media sebelum mengikuti unjuk rasa.

PM Najib telah mendapat serangan-serangan selama beberapa pekan sejak dilaporkan bahwa para penyelidik yang memeriksa lembaga investasi dana negara telah mengirim dana yang tak dijelaskan sebesar lebih 600 juta dolar AS ke rekening atas nama Najib.

Pada Sabtu (29/8/2015), ribuan pemerotes berkumpul di Kuala Lumpur untuk mengikuti unjuk rasa menuntut pengunduran diri Najib. Mereka membawa karton bertuliskan “Keluar, Najib, Keluar” dan meniup terompet serta meneriakkan “bersih”. Bersih juga merupakan sebuah organisasi prodemokrasi yang berada di belakang unjuk rasa dua hari di Kuala Lumpur dan dua kota utama di negara bagian Malaysia yang berada di Kalimantan.

Pemerintah Malaysia pada Kamis (27/9/2015) menyatakan akan menutup jalur ke sejumlah laman, yang mengumumkan unjuk rasa besar untuk menurunkan Najib.  Sebelumnya, persekutuan masyarakat madani, Bersih, berjanji mengerahkan puluhan ribu orang di ibu kota Malaysia, Kuala Lumpur, dan dua kota lain pada Sabtu dan Minggu.

Sejumlah menteri dalam kabinet kini mengakui bahwa Najib telah menerima dana tersebut dalam bentuk deposito ke dalam rekening pribadinya sejak 2013. Fakta itu pertama kali terungkap oleh laporan investigasi dari Wall Street Journal pada bulan lalu. (bst)