Mahasiswi ITS Surabaya Sabet Medali Emas di Macao

Mahasiswi ITS Surabaya Sabet Medali Emas di Macao

Tunjung Rahmawati, Mahasiswi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FIMPA) Jurusan Kimia, ITS Surabaya dengan piagam dan medali emasnya di Kantor Rektorat ITS, Selasa (19/7/2016).

Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya tidak berhenti mengukir prestasi di tingkat internasional. Kali ini diajang pertemuan para peneliti muda tingkat dunia yang diadakan di Macao, pada awal Juli lalu. Ada sekitar 40 negara yang tergabung dalam acara tersebut yang didominasi para penemu dan peneliti muda dari Cina. Indonesia diwakili oleh dua tim, satu orang dari ITS, satu lagi tim dari SMA di Palu yang memperoleh medali perak.

Mahasiswi ITS Surabaya yang berprestasi itu adalah Tunjung Rahmawati, yang saat ini telah menempuh pendidikan di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FIMPA) Jurusan Kimia, semester lima. Dia meraih penghargaan medali emas pada forum The 5 th Macao International Innovation and Invention Expo 2016.

Mahasiswi kelahiran Kalaten, 28 Juli 1995 ini membawakan karya berjudul “Fabrication of Chitosan-based Membrane for Salt Removel”, melalui prototipe alat yang didesainya ini, ia dapat mereduksi kadar garam dalam air hingga 75 persen.

“Peneilitain-penelitian sebelumnya dengan teknologi memberan hanya dapat mereduksi kadar garam antara 15-25 persen. Tapi melalui memberan yang saya coba buat bisa mencapai hingga 75 persen kadar garam,” jelasnya, Selasa (19/7/2016).

Tunjung mengungkapkan, ia mencoba merancang memberan yang berasal dari limbah kulit udang. “Saya mencoba mengekstrak limbah kulit udang untuk mengambil zat kitin (C8H13O5N)n, dari kitin dilakukan proses desitilisasi sehingga menjadi kitosan. Setelah didapat kitosan lalu dibuat memberan dengan menambahkan polysulfone dengan perbandingan 5:95,” katanya memaparkan.

Memberan dari bahan dasar kitosan dan polysulfone inilah yang kemudian digunakan untuk melakukan proses desalinasi atau pengurangan kadar garam dalam air.