Mahasiswa UMSurabaya Pamerkan Produk Olahan Sampah Plastik

Mahasiswa UMSurabaya Pamerkan Produk Olahan Sampah Plastik
Berbagai Produk karya mahasiswa Arsitektur Universitas Muhammadiyah Surabaya dari sampah plastik dipamerkan di Kampus Universitas Muhammadiyah Surabaya, Jalan Sutorejo 58, Surabaya Kamis (3/3/2016). foto: arya wiraraja/enciety.co

Merespons kebijakan kantong plastik berbayar, mahasiswa UMSurabaya prodi Arsitektur membuat sebuat project yang mereka beri nama Jangan Takut Sampah Plastik. Sebuah acara yang memamerkan hasil kreativitas mahasiswa berupa jam dinding, aquarium, rak buku hingga beberapa macam hiasan dinding lainnya yang kesemuanya dibuat dari sampah plastik.

Selain pameran, dalam kesempatan itu juga dimanfaatkan untuk mengingatkan pemerintah tentang regulasi plastik berbayar dengan menggunakan media manusia koin.

Nasir, dosen pendamping pameran, menjelaskan acara pameran tersebut bertujuan untuk melengkapi kebjikan pemerintah tentang plastik berbayar. Kebijakan plastik berbayar tidaklah cukup untuk menurunkan kuantitas sampah plastik di Indonesia.

“Pemerintah juga perlu mendorong masyarakat untuk menggunakan sampah plastik sebagai media kreatif untuk hiasan maupun yang lainnya,” ungkap dia kepada enciety.co, Kamis (3/3/2016).

Apa yang dihasilkan mahasiswa arsitektur ini menunjukkan bahwa sampah plastik mampu diolah menjadi barang hiasan yang punya nilai estetika tinggi.

“Selain kebijakan yang sudah diterapkan, pemerintah juga perlu menjelaskan secara detail terkait penggunaan dana Rp 200 tersebut, mengingat sebelumnya plastik tersebut diberikan secara cuma-cuma,” terang dia.

Secara terpisah, Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya Sukadiono, menambahkan, kebijakan plastik berbayar merupakan bentuk kesadaran bahwa bumi ini sudah terlalu tua untuk memikul sampah plastik yang mulai menggunung. Sampah plastik ini sulit diurai dan ini berbahaya bagi masa depan bumi.

“Kampus sebagai institusi moral juga perlu bersikap atas kondisi ini. UMSurabaya sudah mulai menerapkan kebijakan untuk meminimalisir penggunaan sampah plastik dan kami sudah jauh jauh hari menerapkan hal tersebut,” ungkap dia. (wh)