Mahasiswa Ubaya Ingatkan Warga Nyoblos pada 9 Desember

Mahasiswa Ubaya Ingatkan Warga Nyoblos pada 9 Desember
Mahasiswi Ubaya dengan berbagai atribut ingatkan warga untuk menggunakan hak pilih. foto: arya wiraraja/enciety.co
Dua mahasiswa asing Ubaya yang turut mengingatkan warga pentingnya melakukan pilihan kepala daerah. foto: sandhi nurhartanto/enciety.co
Dua mahasiswa asing Ubaya yang turut mengingatkan warga pentingnya melakukan pilihan kepala daerah. foto: sandhi nurhartanto/enciety.co

Guna mensukseskan pesta demokrasi pelaksanaan pemilihan Wali Kota Surabaya yang akan digelar 9 Desember mendatang oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota, 20 mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya) dari fakultas bisnis dan ekonomi jurusan manajemen yang tergabung dalam Hospitality Club dan Business Networking Club lakukan aksi turun ke jalan.

Hayuning Dewi Purnama humas Ubaya mengatakan aksi yang dilakukan kali ini adalah menutup jalan perempatan Panjang Jiwo yang menuju kea rah Jemursari dengan memakai pixel banner ukuran 8 meter yang bertuliskan Songo Desember Ojo Lali Nyoblos Rek !!

“Kami bekerjasama dengan KPU Surabaya gelar aksi ini. Di dalam banner tersebut kami menulis ajakan untuk menggugah warga kota Surabaya agar tidak lupa menggunakan hak pilihnya,” kata Hayuning Dewi Purnama saat ditemui sedang menjalankan aksinya, Selasa (1/12/2015).

Spanduk besar dibentangkan di perempatan Panjang Jiwo saat lampu merah untuk ingatkan warga mencoblos. foto: sandhi nurhartanto/enciety.co
Spanduk besar dibentangkan di perempatan Panjang Jiwo saat lampu merah untuk ingatkan warga mencoblos. foto: sandhi nurhartanto/enciety.co

Selain perlihatkan banner kepada pengendara kendaraan yang berhenti di lampu merah, sebagian mahasiswa menyebarkan flayer dari KPU Surabaya tentang alur pengecekan keberadaan DPT dan tata cara pencoblosan.

Aksi ini sendiri juga diikuti oleh dua mahasiswa asing yang menempuh pendidikan di Ubaya. Mereka adalah Adam Pawet Krolak asal polandia dan Anastasilia Prilipko asal Rusia yang memberikan buah tangan kepada warga pengguna jalan berupa stiker bertuliskan Ojo Lali Nyoblos !!.

Mellysa Soetanto selaku ketua panitia mengatakan aksi ini sebagai bentuk praktek mata kuliah Public Relations. Ide ini muncul saat ngobrol bareng dengan teman-temannya. Dari data yang ada di KPU Surabaya, jumlah pemilih Surabaya tercatat ada 2.034.307, dan jumlah pemilih pemula mencapai 28.271 serta jumlah pemilih difabel mencapai 1.500 orang.

“Kami berupaya agar masyarakat Surabaya kesemuanya termasuk anak mudanya untuk turut serta meramaikan pesta demokrasi Surabaya,” kata Mellysa Soetanto. (wh)