Mahasiswa ITS Olah Limbah Plastik Jadi Biofuel

Mahasiswa ITS Olah Limbah Plastik Jadi Biofuel

Karya inovatif tak pernah henti dihasilkan sivitas akademika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Sri Utami bersama tim mahasiswa Departemen Teknik Kimia ITS berhasil melakukan pengolahan limbah plastik kemasan minuman, menggunakan sari eceng gondok menjadi sebuah Biofuel, yakni sumber energi alternatif yang ramah lingkungan untuk masa depan.

Karya Biofuel ini sendiri adalah buah hasil pengamatan yang dilakukan gadis yang akrab disapa Tami ini terhadap lingkungan sekitarnya. Ia mendapati, di ITS sendiri belum ada pengolahan sampah kemasan botol air mineral. Dari sanalah, Tami bersama empat anggota timnya tergerak untuk menciptakan alat yang dapat mengolah limbah sampah tersebut menjadi bahan bakar minyak. Keempatnya adalah Regia Puspitasari, Putu Adhi Rama Wijaya, Tri Wahyuning Eka PS, Ratri Puspita Wardani.

“Awalnya limbah plastik dicacah menjadi potongan-potongan kecil. Kemudian cacahan tersebut diproses dengan metode pirolisis,” terang perempuan kelahiran Malang, 14 Agustus 1995.

Pirolisis merupakan proses dekomposisi bahan anorganik melalui proses pemanasan. “Hasil dari proses pirolisis ini adalah liquid fuel atau bahan bakar minyak,” lanjut mahasiswi asal Malang ini.

Liquid fuel inilah, menurut Tami, yang nantinya dikomposisikan dengan hasil fermentasi bioetanol dari eceng gondok menjadi bahan bakar minyak yang beroktan tinggi.