Mahasiswa jadi Target Pengembang Apartemen

Mahasiswa jadi Target Pengembang Apartemen

Sugiarto, peneliti senior Enciety Business Consult

Surabaya punya andil besar mendorong pertumbuhan properti  secara nasional. Membanjirnya apartemen dan bulding office, beberapa tahun terakhir, merupakan gambaran nyata jika Surabaya memiliki prospek cerah dalam industri properti.

Berdasarkan data dari Associate Director Research Colliers International Indonesia, hingga tahun 2017, ada 16.971 unit apartemen baru. Dari jumlah itu sudah 14.637 unit yang terserap. Pembangunan apartemen terus bertambah di tahun 2014-2015. Ini menyusul kepastian pembangunan 11 apartemen baru.

Dilihat dari sebaran pembangunan apartemen di Surabaya, kebanyakan masih berada di kawasan Surabaya Barat. Namun, beberapa tahun terakhir, pengambang mulai melirik kawasan Surabaya Timur. Di antaranya Apartemen Gunawangsa, Metropolis, Balehinggil. Pendorong peningkatan apartemen ke wilayah timur ini lantaran banyaknya kampus.

Segmen mahasiswa mulai dilirik oleh pengembang karena banyak di antara mahasiwa berasal dari luar pulau, seperti Kalimantan, Sulawesi dan Bali Nusra. Mereka berlatar belakang keluarga relatif kaya dan menginginkan  lifestyle-nya terfasilitasi, seperti tersedianya parkir mobil, lingkungan tempat tinggal nyaman.

Selain itu, pertimbangan harga kos dengan apartemen tidak kelewat jauh, menjadikan apartemen di sekitar kampus menjadi pilihan orang tua membelikan apartemen untuk anaknya. Sebagai perbandingan biaya kos per bulan dengan fasilitas AC sebesar Rp 1,5 juta. Padahal, dengan cicilan Rp 2,5-3 juta per bulan sudah dapat memiliki apartemen dengan berbagai fasilitas. (wh)