Mahasiswa 22 Negara Kunjungi Teluk Lamong

Mahasiswa 22 Negara Kunjungi Teluk Lamong
foto: enciety.co

Mahasiswa dari 22 negara tertarik dengan kecanggihan alat dan fasilitas yang dimiliki Terminal Teluk Lamong. Mahasiswa dan dosen yang datang ke Terminal Teluk Lamong merupakan peserta dari program Community and Technological Camp (CommTECH) 2015 dengan Institut Sepuluh Nopember (ITS) sebagai koordinator acara.

Dirut Terminal Teluk Lamong, Prasetyadi dalam rilisnya, Rabu (9/9/2015) menjelaskan, ruang kontrol Automated Stacking Crane (ASC) merupakan alat canggih produksi Finlandia milik Terminal Teluk Lamong. Mahasiswa dan dosen yang hadir tersebut berasal dari Vietnam, Myanmar, Australia, Cina, Pakistan, Kamboja, Malaysia, Rusia, Taiwan, Jepang, Guatemala, Filipina, Inggris, India, Thailand, Turki, Timor Leste, Hongkong, Jerman, Bosnia-Herzegovina, dan Indonesia.

Panitia dari ITS, David mengatakan, alasan memilih Terminal Teluk Lamong karena perusahaan ini merupakan terminal tercanggih di Indonesia dengan pengoperasian sistem otomasi yang sangat maju sehingga kami merasa kunjungan ini akan sangat bermanfaat bagi peserta.

Emilie Youmbi Mbeunmo, mahasiswa asal Conventry University Inggris, sangat mengagumi kecanggihan IT yang dimiliki terminal ramah lingkungan pertama di Indonesia tersebut. “I want to know how the equipment work by system in large capacity”, ungkap mahasiswa Jurusan Ethical Hacking And Network Security itu.

Tidak hanya menerima kunjungan mahasiswa dari 22 negara, pada hari yang sama, Terminal Teluk Lamong juga menerima kunjungan dari 100 mahasiswa Universitas Brawijaya, Malang. Sistem administrasi terbaru berbasis teknologi dan komputerisasi yang dimiliki Teluk Lamong menjadi ilmu baru yang dipelajari.

“Mahasiswa Program Studi Bisnis Internasional yang berkunjung terlihat antusias saat mengetahui peluang bisnis yang ada di dunia kepelabuhanan dengan melontarkan beberapa pertanyaan dan membandingkan dengan bidang bisnis yang lain,” terangnya.

Melalui kegiatan dan kunjungan, kata Prasetya, diharapkan agar Pelindo III melalui Terminal Teluk Lamong sebagai terminal ramah lingkungan berbasis teknologi modern dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas dan memberikan manfaat dengan berbagi ilmu baru yang sebelumnya belum pernah ada di terminal lain di Indonesia. (wh)