Madrid Boyong Para Legenda ke Final Liga Champions

Madrid Boyong Para Legenda ke Final Liga Champions

Real Madrid miliki cara tersendiri guna mendokrak semangat  tempur Ronaldo dkk pada laga final Liga Champions, Minggu (25/5/2014) dinihari WIB.  Manajemen Real memboyong para legenda yang telah berjasa  membantu Real Madrid juara Liga Champions Sembilan kali. Di antaranya Paco Gento, Amancio, Predrag Mijatovic, Raul Gonzalez, dan Fernando Hierro.

Mantan pemain yang bekerja untuk Madrid atau masih berelasi baik dengan klub itu juga masuk dalam kontingen itu, antara lain Guti, Santiago Solari, Fernando Morientes, dan Jose Antonio Camacho.

Sementara  itu, gelandang Real Madrid, Isco, berharap para Madridistas terus memberikan dukungan. Menurutnya, dukungan fans hingga menit terakhir akan membuat semangat para jugador El Real terus menyala untuk meraih kemenangan sekaligus mengakhiri penantian selama lebih dari satu dekade.

Madrid terakhir kali menjadi juara kompetisi paling elite antarklub Eropa ini pada tahun 2002, setelah di final menaklukkan wakil Jerman, Bayer Leverkusen, untuk merengkuh gelar kesembilan. Setelah itu, Los Blancos tak kunjung menjadi yang terbaik di benua biru.

Kini, kesempatan itu sudah ada di depan mata. Penantian untuk merebut gelar ke-10 atau la decima tinggal selangkah lagi. El Real harus melewati hadangan rival sekota, Atletico, dalam pertarungan di Lisabon, Portugal.

Isco meminta dukungan para fans. Dia menegaskan bahwa Madrid sudah terlalu lama menantikan gelar ke-10, sehingga mereka akan berjuang habis-habisan untuk mengakhiri paceklik gelar Eropa selama 12 tahun. “Ada semangat membara di sekitar tim. Kami tidak dapat menunggu hari Sabtu – kami sangat menantikannya,” ujar Isco melalui situs resmi klub.

“Semoga kami akan memenangi la decima. Real Madrid tidak bisa terlalu lama melangkah tanpa kemenangan di final. Hanya tersisa satu pertandingan dan kami sudah bekerja keras untuk itu sejak Juli dan kami harus memberikan segalanya.”

Madrid dan Atletico mencetak sejarah karena untuk pertama kalinya klub dari satu kota bermain di final Liga Champions. Atletico, yang prestasi terbaiknya adalah menjadi runner-up Piala Eropa (sekarang Liga Champions) pada 1974, menyingkirkan Chelsea di semifinal, sedangkan Madrid secara meyakinkan menghentikan langkah juara bertahan, Bayern Muenchen, dengan agregat 5-0. (kmp/ram)