Mabes Polri Tangani 283 Kasus Pileg, Terbanyak Money Politics

 

Mabes Polri Tangani 283 Kasus Pileg, Terbanyak Money Politics

Pemilu legislatif (pileg) 2014 benar-benar diwarnai dengan maraknya praktik  money politics (politik uang). Bahkan ekskalasinya meluas di semua daerah di Indonesia.

Ini setelah jajaran Markas Besar Kepolisian sekarang memproses sedikitnya 76 kasus money politics Pileg 2014, dari total 283 kasus yang ditangani. Kasus ini merupakan terusan dari Badan Pengawas Pemilihan Umum dan Panitia Pengawas Pemilu di daerah.

Money politics ada 76 kasus,” tukas Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Besar Agus Rianto di Mabes Polri, Selasa (6/5/2014).  
               
Money politics memang mendominasi kasus yang terjadi di pileg. Namun, beberapa jenis kasus lainnya seperti sengaja mencoblos lebih dari satu kali juga mewarnai pesta demokrasi lima tahunan ini. “Mencolbos lebih dari satu kali itu ada 44 kasus,” kata Agus.

Sementara kasus lainnya bervariasi misalnya pemalsuan dokumen, kampanye di tempat terlarang serta di luar jadwal. Total keseluruhan kasus yang ditangani ada 283.

Jajaran Polri pun terus melakukan upaya penegakan hukum terhadap dugaan pidana pemilu itu. “Dari 283 kasus yang ditangani, Polri sudah menjerat 335 orang sebagai tersangka. Tersangka itu dari latar belakang berbeda,” jelas Agus.

“Terdiri dari berbagai komponen seperti  kepala desa, tim sukses, pengurus partai, pihak Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara dan beberapa calon legislatif,” katanya.
               
Yang terang, sebut dia, sampai saat ini proses pengusutan dugaan pidana pemilu itu masih terus berjalan. Sebanyak 189 dari 283 kasus masih dalam tahap penyidikan.

Yang sudah tahap satu ada 12 kasus, berkas yang sudah lengkap atau P21 ada 62 kasus dan yang dikeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan ada 20 kasus. “Polri akan terus melakukan penegakan hukum,” jabarnya.(jpn/wh)