Luncurkan ORI011, Pemerintah Targetkan Raup Rp 20 T

 

Luncurkan  ORI011, Pemerintah Targetkan Raup Rp 20 T

Pemerintah telah menerbitkan Obligasi Ritel Indonesia (ORI) seri011 bertenor 3 tahun. Produk keuangan ini ditarget  menyerap dana publik sebesar Rp 20 triliun.

Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan, penerbitan ORI secara khusus merupakan cara untuk pendalaman pasar domestik. “Ini bagian dari hal rutin yang dilakukan, namun khususnya pendalaman di pasar domestik itu terjadi. Upaya kita dengan launching ORI ini mendapat sambutan positif dari masyarakat,” kata Chatib dalam sambutannya pada Acara Pembukaan Masa Penawaran ORI011.

Selain itu, Chatib juga menuturkan, ORI merupakan investasi paling aman karena dijamin pemerintah. “Investasi paling aman adalah ORI, praktis. Tidak mungkin default kecuali RI default,” ungkap Chatib.

Chatib juga mengatakan, imbal hasil yang diperoleh cukup tinggi per tahun, bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan suku bunga acuan Bank Indonesia 7,5 persen.”Kupon 8,5 persen per tahun dibayar bulanan, tetapi lebih tinggi dari BI rate. Ini risk free,” tutur dia.

Ia juga mengatakan, obligasi ritel harus terus diperdalam secara khusus untuk meningkatkan minat domestik. “Tapi pemerintah harus berhati-hati kalau terjadi syok di Amerika. Oleh sebab itu, kita menginginkan pembiayaannya lebih banyak dari domestik sehingga obligasi ritel harus diperdalam,” tutur dia.

Sementara itu, Direktur Jendral Pengelolaan Utang Robert Pakpahan menyebutkan, peran ORI dalam pasar Surat Berharga Negara domestik sangat strategi. “Kontribusi ORI terhadap SBN pada 2006 hanya 1 persen dan menjadi 2,6 persen pada bulan September 2014. Potensi pengembangan investor ORI masih besar,” tutur Robert.

Ia menambahkan, SBN ritel terhadap total ORI011 berkisar 7,9 persen. “Dari 5 tahun ini porsi SBN ritel terhadap ORI 7,8 persen. Mungkin ke depan bisa mencapai 10 persen. Sebelumnya diperhitungkan ORI011 itu berkisar 7,9 persen,” kata dia.

Adapun masa penawaran ORI011 dimulai sejak 1-16 Oktober 2014 dan jatuh temponya berakhir pada 17 Oktober 2017. Minimal pembeliannya sebesar Rp 5 juta per unit dan maksimum pembelian sebesar Rp 3 miliar. Robert berharap, penjualan ORI011 bisa meraih sukses dari target sebelumnya. (bst/ram)