Lulusan ITS Harus Percepat Pembangunan Bangsa

Lulusan ITS Harus Percepat Pembangunan Bangsa

foto:humas its

Pada prosesi Wisuda 117 ITS yang digelar Sabtu (10/3/2018), Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Prof Joni Hermana menuntut para wisudawan-wisudawati untuk berkontribusi kemajuan bangsa. Pasalnya, lulusan ITS harus turut serta dalam percepatan pembangunan bangsa.

Di hadapan 637 wisudawan dari empat fakultas, Joni menekankan bahwa peran dan kontribusi para wisudawan sangat dibutuhkan untuk pengembangan inovasi dan pembangunan bangsa. Sebab, tambah Joni, tantangan di Indonesia semakin kompleks dan sedang membutuhkan pembangunan nusa bangsa dalam bidang ekonomi maupun Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni (Ipteks).

“Saudara-saudara semua dituntut untuk senantiasa terus meningkatkan kemampuan berinovasi dan kreativitas masing-masing guna mempercepat pembangunan bangsa kita,” ujar Joni.

Menurutnya, bekal sains, teknologi, softskill serta technopreneurship yang telah wisudawan dapatkan selama kuliah di ITS, akan cukup menjadi dasar untuk berperan aktif dalam memajukan bangsa ini.

Namun, lanjut Joni, perlu diingat bahwa Ipteks saja tidak ada artinya, melainkan juga bergantung pada moralitas manusia yang akan menentukan apakah Ipteks dibawa ke arah kebaikan atau sebaliknya.

Sebabnya, Joni berpesan kepada wisudawan agar meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar senantiasa dibutuhkan untuk menjadikan Ipteks dapat bermanfaat bagi pembangunan bangsa dan kemanusiaan.

“Implikasi dari peningkatan keimanan dan ketakwaan merupakan peningkatan nilai-nilai humanis diri, seperti kejujuran, amanah, martabat dan marwah,” jelas Guru Besar Teknik Lingkungan ini.

Di akhir sambutannya, Joni berbagi tips menjadi pemimpin bangsa di masa mendatang. Agar menjadi pemimpin yang bijak, Joni berpesan untuk selalu memutakhirkan diri dalam segala aspek kehidupan dan senantiasa berbakti kepada orang tua.

Di samping itu, Joni mengingatkan bahwa salah satu ciri pemimpin yang baik adalah yang menganggap hidupnya sebagai sebuah proses belajar yang tiada henti untuk mengembangkan lingkaran pengetahuan.

“Semua ini harus saudara-saudari lakukan sebagai persiapan diri menjadi pemimpin di masa datang yang akan membangun bangsa Indonesia tercinta ini,” pungkasnya. (wh)