Antisipasi Lonjakan Penumpang, Revitalisasi Pelabuhan Lembar

Antisipasi Lonjakan Penumpang, Revitalisasi Pelabuhan Lembar

Realisasi kinerja PT Pelabuhan Indonesia III Cabang Pelabuhan Lembar mengalami pertumbuhan cukup signifikan sepanjang 2013. Dimana arus pertumbuhan rata-rata diatas 30 persen untuk komoditi dan arus penumpang

PT Pelabuhan Indonesia telah mengantisipasi dengan merevitalisasi pelabuhan di Gili Mas. Menurut rencana Pelindo III telah menyiapkan lahan sekitar 50 hektar di Gili Mas untuk pengembangan terminal.

Kepala Humas PT Pelabuhan Indonesia III Edi Priyanto mengungkapkan, saat ini revitalisasi di Gili Mas sudah berjalan. “Dari total luas lahan pembebasan sisi laut sudah dilakukan. Sedangkan dari sisi darat, masih kesulitan, lantaran banyaknya tebing-tebing di pulau tersebut,” terangnya.

Pembangunan pelabuhan di Gili Mas ini untuk mengantisipasi lonjakan arus wisatawan asing. Pada tahun 2013 arus wisatawan asing mencapai 55.128. Sementara tahun sebelumnya hanya 34.512 atau naik sekitar 59 persen pertumbuhannya.

Kendala yang dihadapi untuk menampung cruise ini terkendala kedalaman dan alur. Banyak kapal harus berlabuh, kemudian penumpangnya ditransfer menggunakan boat. Sementara kedalaman yang ada di kolam dermaga kurang mendukung.

“Masalah alur menuju dermaga tidak seperti pelabuhan lain. Kapal harus berkelok-kelok mengikuti alur, dan itu membahayakan keselamatan kapal,” lanjut Edi.

Edi menyebut posisi Pulau Gili Mas berada beberapa mil dari dermaga pelabuhan Lembar. Pelabuhan modern ini nantinya menyerupai Terminal Multipurpose Teluk Lamong di Tanjung Perak. Dimana dermaga mendekati alur dengan kedalaman kolam yang memadai.

Pelabuhan Lembar yang modern ini nantinya juga untuk mengantisipasi lonjakan arus petikemas. Tahun lalu arus petikemas mencapai 20.389 TEU’s berbanding 15.188 untuk tahun 2012 atau naik sekitar 34 persen. Sementara untuk komoditi mencapai 991.533 ton berbanding 799.747 pada tahun 2012, atau naik sekitar 23 persen.

Sementara arus kunjungan kapal di pelabuhan Lembar mengalami kenaikan sekitar 14 persen. Pada tahun 2012 kunjungan kapal tercatat 1.903 unit, sedangkan pada tahun 2013 mencapai 2.163 unit. Jumlah itu sudah meliputi kapal penumpang maupun barang.

Edi mengakui pembangunan pelabunhan modern di Lembar ini diperkirakan setelah pembangunan Teluk lamong tuntas. “Yang pasti tidak tahun ini. Prosesnya masih panjang, karena kita baru mengantongi amdal,” tutupnya. (wh)