Lomba Hias Damar Kurung Meriahkan Mooncake Festival 2014

Lomba Hias Damar Kurung Meriahkan Mooncake Festival 2014
Hasil kreativitas lomba menghias Damar Kurung yang digekar di Lenmarc Surabaya, Sabtu (6/9/2014). umar alif/enciety.co

Sebanyak 150 peserta mengikuti Lomba Menghias Damar Kurung, sebuah tradisi khas Kota Gresik. Kompetisi tersebut dilangsungkan di Lenmarc Mall Surabaya, Sabtu (6/9/2014).

Lomba ini sendiri digelar oleh Sekolah Dharma Mulya Surabaya, sedangkan para pesertanya terdiri dari anak-anak play group dan taman kanak-kanak dan siswa SD.

Christian Andhika Pramudia, ketua panitia pelaksana Lomba Menghias Damar Kurung, mengatakan lomba ini juga ditujukan untuk memeriahkan Festival Bulan atau Mooncake Festival 2014.

“Jadi selain mengingatkan kepada generasi muda pembelajaran Damar Kurung asli tradisi daerah di Indonesia juga untuk memeriahkan festival bulan di Surabaya. Jadi saling bersinergi budaya,” ucap Christian Andhika.

Di masa lalu, terang dia, Damar Kurung adalah bagian dari keseharian masyarakat karena menjadi lampu penerangan. Keberadaannya merupakan salah satu peninggalan dari seni budaya tradisional Jawa Timur. Saat ini, seni tradisional tersebut keberadaannya sudah hampir punah. Ini  karena dianggap tidak praktis dan kurang ekonomis. Damar Kurung merupakan salah satu dari ikon Kota Gresik yang sekaligus sebagai suvenir lampu khas kota ini

“Falsafahnya yang banyak membuat kami menggelar Lomba Menghias Damar Kurung ini,” tandas Christian Andhika.

Sementara itu, Stevanie Widya yang mendampingi puterinya dalam Lomba Menghias Damar Kurung, mengatakan dirinya mengingat ketika masa kecil dalam lomba menghias Lampion.

“Dulu waktu kecil ada lomba menghias Lampion. Kalau ini Damar Kurung, khas Gresik. Sama sebenarnya,” terang Stevanie Widya. (wh)