Lokalisasi Dolly Bakal Jadi Sentra Unit Usaha

Siapkan Rp 25 M, Lokalisasi Dolly Jadi Sentra Unit Usaha

Kota Surabaya bertekad bulat menutup kompleks atau lokalisasi prostitusi. Pemerintah mengklaim berhasil menutup lokalisasi di 4 titik di Surabaya, di antaranya Klakah Rejo, Morokrembangan, Dupak Bangunsari dan Sememi yang ditutup pada akhir tahun 2013.

“Kawasan Dolly direncanakan ditutup pada pertengahan 2014 atau menjelang Hari Raya Idul Fitri,” jelas Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Agus Imam Sonhaji.

Dia menjelaskan setelah penutupan 4 titik lokalisasi tersebut, pemerintah kota telah menyiapkan Rp 25 miliar untuk pembangunan sarana dan pra sarana sesuai dengan aspirasi para WTS maupun  keinginan warga.

Pemerintah Kota Surabaya berencana menata kawasan lokalisasi Dolly menjadi sentra unit usaha kecil dan menengah (UKM). Tujuannya untuk mendorong kegiatan ekonomi warga sekitar setelah praktik prostitusi di lokasi itu ditutup.

Agus Imam Sonhaji menambahkan, sepanjang jalan mulai dari Jalan Banyurip hingga Jalan Jarak kelak akan diperlebar menjadi 25 meter dan di sisi kanan-kiri jalan akan dibangun pedestrian dan rumah toko (ruko).

“Pelebaran jalan tentunya agar arus kendaraan bisa lebih lancar karena kondisi jalan saat ini lebarnya 12 meter, dan fungsi pengembangan toko atau ruko bisa untuk kegiatan ekonomi warga,” katanya.

Adapun rencana rehabilitasi pembangunan di Klakah Rejo seperti membangun sport centre dengan investasi Rp1,5 miliar, lapangan sepak bola Rp500 juta, sarana keagamaan, taman pendidikan dan bantuan modal usaha kecil.

Di Morokrembangan, Sememi dan Dupak Bangunsari, dilakukan pembenahan saluran air, peninggian jalan aspal, dan penerangan jalan. Selebihnya, untuk warga akan ada pelatihan keterampilan

Selain dari pemerintah kota, program rehabilitasi tempat-tempat lokalisasi ini juga mendapat kucuran dana dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebesar Rp1,45 miliar, dan dari Kementerian Sosial Rp858 juta.

“Khusus untuk Dolly belum ada rencana anggarannya karena masih dalam studi atau survei terhadap para WTS, mucikari dan warga sekitar,” imbuh Agus. (bisnis/bh)