Lionel Messi dan Isu Hengkang dari Barca

Lionel Messi dan Isu Hengkang dari BarcaPERSELISIHAN bintang Barcelona asal Argentina Lionel Messi dengan Wakil Presiden Barca, Javier Faus, bergaung ke mana-mana. Salah satunya ”melebar” pada kemungkinan Messi hengkang dari Barca. Dugaan itu sebenarnya terlalu jauh jika dikomparasikan dengan kecintaan Messi terhadap klubnya.

Salah satu klub yang disinyalir meminati Messi adalah klub elite Perancis, Paris Saint-Germain (PSG). Bintang PSG Zlatan Ibrahimovic berpendapat, jika bisa merekrut Messi, PSG akan menjadi satu level lebih baik. Rumor yang mengarah ke PSG tak lain terkait dengan gelontoran dana besar dari pemegang saham terbesar PSG, konsorsium pengusaha Qatar Investment Authority, asal Qatar.

”Jika dia (Messi) benar-benar pindah, maka seluruh dunia akan bersamanya, bukan hanya PSG. Saya tidak tahu bagaimana keadaan sebenarnya (di Barca), tetapi saya tahu dia sangat bahagia di sana,” kata Ibra, di sela-sela latihan PSG di Doha, Qatar, menjelang laga persahabatan melawan Real Madrid, Kamis (2/1) malam pukul 21.45 WIB.

Ibra yang baru saja terpilih sebagai atlet terbaik Swedia 2013 menyatakan, pers telah ”menghangatkan” isu kepindahan Messi ini. ”Tetapi hanya dia (Messi) yang tahu apa yang sebenarnya terjadi. Proyek PSG adalah bermimpi untuk menjadi klub besar, tetapi jika Anda mendatangkan Messi, Anda lebih dari bermimpi, tetapi (langsung) menjadi besar,” kata Ibra.

Pernyataan ini tergolong ”hangat” karena meluncur dari Ibra, yang pernah semusim di Barca tetapi gagal bekerja sama dengan Messi di lini depan. Kegagalan ini membuat Pelatih Barca (waktu itu) Pep Guardiola tak pernah mengajaknya bicara hingga berbulan-bulan, dan berbuntut dilepasnya Ibra ke AC Milan. Komentar Ibra setelah ia pergi pun selalu kritis. Salah satunya ia mengatakan, Messi ”anak emas” di Barca sehingga sama sekali tak boleh dikritik.

Dengan skuad PSG kini seperti Ibra, lalu Thiago Silva dan Lucas Moura yang asal Brasil, plus striker Uruguay Edinson Cavani, sebagian pengamat menilai PSG termasuk kandidat juara Liga Champions 2014. Musim lalu, mereka terhenti di perempat final setelah kalah gol tandang dari Barca.

”Saya tak pernah puas, saya selalu ingin menang. Kami (PSG) berkembang dengan baik dan sangat cepat. Kami menampilkan sepak bola indah, menguasai bola dan membuat banyak peluang,” kata penyerang jangkung, dengan tinggi badan 195 sentimeter ini. Laga melawan Real Madrid yang hanya uji coba, pun dia seriusi dengan berharap PSG menang.

Dari laga di Kolombia

Kembali ke soal Messi. Beredarnya rumor hijrahnya ”Si Kutu” dari Barca yang merekrutnya sejak ia masih 13 tahun, terkait laga persahabatan ”Messi and Friends”, Juni 2013 di Kolombia. Tak lama setelah laga, mencuat kabar di media Madrid, El Mundo, bahwa acara tersebut adalah bagian dari pencucian uang atas dana hasil perdagangan narkoba. Ayah Messi, Jorge, disebut-sebut terlibat.

Javier Faus menambah geger di Barca ini dengan menyatakan, Barca tak perlu buru-buru memperbarui kontrak Messi, yang selama ini dibahas tiap enam bulan. Seperti ditulis ESPN, Faus juga mengatakan bahwa Barca kurang suka dengan sikap Messi yang berbisnis di luar sepak bola.

Isu tak sedap ini membuat Messi berang. ”Tuan Faus tak tahu sepak bola, dan ingin menggerakkan Barca seperti perusahaan pada umumnya, padahal sebenarnya Barca tak begitu. Barca tim terbaik di dunia, dan layak dipimpin para direktur terbaik. Dan saya mengingatkannya bahwa saya serta pemain lainnya tak pernah menanyakan kontrak baru, dan dia tahu betul itu,” kata Messi, yang juga menegaskan bahwa laga di Kolombia murni kegiatan sosial.

Gelandang Barca Cesc Fabregas menuding media-media yang memberitakan kaitan Messi dan ayahnya, Jorge, dengan bisnis narkoba, adalah bagian dari kampanye negatif terhadap Messi dan Barca.

Messi sendiri? Ia tetap cinta Barca. ”Aku di Barca selama 11 tahun (hingga 2012), aku sangat senang berada di sini,” kata Messi dalam buku Messi, The Inside Story of The Boy Who Became a Legend. (kompas/bh)