Lima Pejabat Baru ITS Surabaya Resmi Dilantik

Lima Pejabat Baru ITS Surabaya Resmi Dilantik
Pelantikan empat orang Wakil Rektor (Warek) dan seorang kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) ITS untuk periode 2015-2019 di Graha Sepuluh Nopember ITS, Jumat (14/8/2015). Foto: humas ITS

Setelah melalui proses pemilihan dan uji kepatutan serta kelayakan. Akhirnya, Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Prof Ir Joni Hermana MScES PhD, resmi melantik empat orang Wakil Rektor (Warek) dan seorang kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) ITS untuk periode 2015-2019 di Graha Sepuluh Nopember ITS, Jumat (14/8/2015).

Mereka adalah Prof Dr Ir Heru Setyawan MEng dilantik sebagai Warek I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Ir Heppy Kristijanto MS dilantik sebagai Warek II Bidang Perencanaan Keuangan dan Sarana Prasarana, Prof Ir Arif Djunaidy MSc PhD dilantik sebagai Warek III Bidang Sumber Daya Manusia Organisasi dan Teknologi Sistem Informasi, Prof Dr Ketut Buda Artana ST dilantik sebagai Warek IV Bidang Penelitian Inovasi dan Kerja Sama, dan Prof Dr Ir Adi Soeprijanto MT dilantik sebagai ketua LPPM ITS.

Pelantikan dilakukan dengan pembacaan sumpah dan serah terima jabatan secara simbolis. Dalam pelantikan ini, turut hadir para Dekan Fakultas, Kepala Biro, Kepala Badan dan beberapa pejabat tinggi ITS lainnya. Dalam sambutannya, Joni mengingatkan kepada para pejabat baru mengenai transformasi ITS dari PTN Badan Layanan Umum (BLU) menjadi PTN Berbadan Hukum (BH).

“Dibutuhkan kerja keras dan komunikasi yang baik dalam masa transisi ini,” ungkap rektor yang baru menjabat empat bulan itu.

Selain itu, ia menambahkan, dibutuhkan kejujuran dan profesionalisme dari para pemangku jabatan untuk membentuk ITS menjadi kampus mandiri dan bertaraf internasioanal. Selain itu, Joni juga mengungkapkan alasannya memilih empat wakil yang akan menemaninya selama kepemimpinannya. Menurutnya, keempat wakil rektor yang ia pilih tersebut memiliki kemampuan dan pengalaman yang dapat membawa ITS menjadi lebih baik.

“Menghadapi masa transisi dari PTN BLU menjadi PTN BH, ITS membutuhkan sosok yang dapat dipercaya dan memiliki kemampuan serta keahlian dalam memanajemen segala permasalahan kampus,” ujarnya.

Mantan Dekan FTSP ITS ini juga menegaskan, selama kepengurusannya akan banyak perubahan baik dari segi organisasi maupun peraturan. Ini dilakukan agar tujuannya menjadikan ITS sebagai kampus bertaraf internasional berhasil. Di kepemimpinannya kali ini, ia juga akan meningkatkan potensi intelektual dari para akademisi ITS.

“Mahasiswa ITS memiliki potensi intelektual yang besar. Di mana jika potensi ini dikembangkan, maka impian untuk menjadikan kampus ini bertaraf internasional dapat terwujud,” jelas guru besar jurusan Teknik Lingkungan ini.

Disinggung mengenai status ITS yang sudah berganti menjadi PTN BH, Joni mengungkapkan, jika fokus utamanya saat ini adalah meningkatkan dan mengembangkan penelitian di ITS agar terstandarisasi secara internasional.

Selain itu, ia juga akan memperbanyak kerja sama baik secara nasional maupun internasional. Hal senada diungkapkan oleh Warek baru di Bidang Penelitian Inovasi dan Kerja Sama. Menurut pria yang akrab disapa Ketut ini, untuk menjadi PTN BH, ITS harus mampu meningkatkan intelektual para akademisinya. Selain itu, kerja sama juga harus ditingkatkan guna menunjang perubahan ini.

“Sampai saat ini ITS telah banyak menjalin kerja sama baik nasional maupun interansional,” ungkap pria yang pernah memimpin Internasional Office (IO) ITS ini.

Ketut menambahkan, untuk menjadi salah satu PTN BH, rencananya ITS akan membentuk sebuah perusahaan yang akan mengkomersialkan hasil penelitian dari para akademisi. “Ini akan menjadi salah satu bentuk dari kesiapan ITS menjadi PTN BH,” jelas guru besar jurusan Teknik Sistem Perkapalan (Siskal) ITS ini gamblang.

Tantangan besar yang harus dihadapi Joni di awal kepemimpinannya adalah transformasi ITS menjadi PTN BH. Menurutnya, bukan hal yang mudah untuk mengubah ITS dari PTN BLU menjadi PTN BH. “Dibutuhkan strategi yang baik agar ITS bisa berdiri menjadi PTN BH,” ujarnya.

Salah satu upaya yang akan dilakukan Joni adalah meningkatkan jumlah publikasi dari penelitian ITS. Rencananya, penelitian ini akan dikomersialkan untuk menjadi salah satu sumber dana kampus. Di akhir sambutannya, Joni berharap di era kepemimpinannya nanti akan banyak karya dan penelitian yang dihasilkan. Selain itu, jumlah doktor yang dihasilkan oleh kampus ini pun juga harus bertambah.

“Salah satu indikator untuk menjadi PTN BH adalah banyaknya karya dan jumlah doktor yang dihasilkan,” pungkasnya. (wh)