Lima Kewajiban Harus Dipenuhi Agar Usaha Tetap Eksis

Lima Kewajiban Harus Dipenuhi Agar Usaha Tetap Eksis

Trully Nurul Evandiari.foto:arya wiraraja/enciety.co

Tujuan menjadi pelaku usaha adalah mendapatkan keuntungan besar dengan modal minim. Namun, prinsip tersebut seringkali menjebak pelaku usaha pada kompetisi tidak sehat.

Trully Nurul Evandiari, owner 101 True Fashion Earth, membagi tips agar pelaku usaha bisa eksis yang mampu bertahan di tengah persaingan yang sangat kompetitif.

Pertama, memiliki kejujuran. Kata dia, jika produk yang ditawarkan kurang baik, sebaiknya menyampaikan apa adanya. “Untuk menutupi kekurangana,  kita dapat menutupinya dengan cara menggelar program promosi,” katanya.

Kedua, menepati janji. Mau tidak mau, jika sudah janji, apapun yang terjadi sebagai pelaku usaha wajib menepatinya. Contohnya jika kita janji pesanan bisa selesai dalam waktu seminggu, entah bagaimana pun caranya kita wajib menempatinya.

“Kalau ada kendala segera komunikasi dengan pelanggan. Itu kuncinya,” tandas Trully.

Ketiga, menjaga hubungan baik dengan pelanggan. Menurut Trully, pelaku usaha wajib menguasai cara perkomunikasi. “Intinya, sebagai pelaku usaha harus baik-baik kepada para pelanggan kita. Karena sejatinya pelanggan itu adalah raja,” ungkapnya.

Keempat, menjaga kualitas produk dan memberikan pelayanan ekstra. Salah satunya cara dengan memberi garansi produk. Menurut Trully, kualitas produk menjadi modal utama mengembangkan usahanya. Jika produk yang ditawarkan handicraft, kualitas tiap produk bakal sedikit berbeda alias serupa tapi tidak sepenuhnya sama.

Di sinilah peran pelaku usaha dibutuhkan untuk memilih produk yang layak dijual. “Hal ini selalu saya lakukan setiap akan berangkat mengirim produk atau ketika saya ikut pameran. Sebelum pameran, saya harus mengecek produk. Jika kualitasnya meragukan, mending tidak saya bawa. Karena hal ini menentukan kepercayaan pelanggan pada brand saya,” kupas Trully.

Kelima, etika terhadap rekanan usaha. Di antaranya, reseller , supplier atau pemasok bahan baku. Menurut Trully, sudah sepantasnya pelaku usaha dapat menjaga hubungan dengan para pemasok bahan baku yang dibutuhkan untuk proses produksi.

“Tanamkan pada diri sendiri, kita tidak bisa sukses tanpa bantuan orang lain,” ujar dia.

Trully menambahkan, untuk membangun usaha perlu memahami kelebihan yang dimiliki. Ada beberapa poin kelebihan yang dapat dimanfaatkan, di antaranya melatihan keterampilan dan kegiatan edukasi, produksi dalam jumlah besar, kemampuan mendesain produk, dan mengemas proses usaha atau bisnis sehingga menarik di sosial media.

Agar tidak terjebak dalam kegiatan mencari pendapatan, sebut dia, pelaku usaha juga dapat melakukan kegiatan edukasi. “Banyak contoh yang bisa dilihat. Ada beberapa pelaku usaha Pahlawan Ekonomi yang sukses mengembangkan usahanya karena sering memberikan edukasi kepada masyarakat,” jabarnya.

Kata dia, dengan memberikan edukasi dan melatih keterampilan orang lain, pelaku usaha juga dapat berpromosi. Trully menyebut Nanik Heri, owner Kriya Daun dan Wiwit Manfaati, owner Witrove.

“Mereka berdua dikenal di seluruh Indonesia karena sering mengisi kegiatan edukasi. Jadi intinya jangan pelit ilmu. Saya percaya, semakin kita pelit ilmu usaha kita makin kecil dan tidak berkembang,” pungkas Trully. (wh)