Liga Champions: Guardiola Antisipasi Counter Attack Madrid

 

Liga Champions: Guardiola Antisipasi Counter Attack Madrid

Serangan balik cepat  dinilai  menjadi andalan  Real Madrid yang harus diwaspadai.  Warning ini diberikan pelatih Munchen Pep Guardiola pada Frank Ribbery dkk jelang laga kontra Real Madrid di Allianz Arena, Rabu (30/4/2014). Duel kedua tim ini menjadi laga  penentu untuk merebut satu tiket ke babak  final Liga Champions.

Untuk meredam serangan balik tersebut, Muenchen dituntut tampil lebih disiplin agar kesalahan tidak terulang.

Muenchen harus menelan pil pahit pada leg pertama dengan kekalahan tipis 0-1. Muenchen yang sepanjang  pertandingan tampil mendominasi penguasaan bola, luluh lantak dengan satu serangan balik cepat Madrid pada menit ke-19 yang berbuah gol Karim Benzema.

Perlu diingat, gol tersebut merupakan serangan pertama Madrid ke gawang Muenchen. Selebihnya, Muenchen tak juga mampu mencetak gol meskipun mampu menciptakan beberapa peluang.

Kekhawatiran akan serangan balik lawan semakin menjadi setelah Muenchen menjamu Werder Bremen pada laga terakhir Bundesliga pada akhir pekan lalu. Muenchen sempat tertinggal 1-2 pada babak pertama.

Dua gol Bremen saat itu tercipta melalui skema serangan balik. Muenchen baru bisa bangkit usai turun minum dengan mencetak empat gol untuk memastikan kemenangan menjadi 5-2.

Striker Bayern Muenchen, Claudio Pizarro, mengakui masih adanya kelemahan tersebut. Karena itu, ia berharap barisan pertahanan timnya dapat tampil lebih disiplin untuk menghalau permainan Madrid yang sangat cepat dalam melakukan serangan balik.

“Kami kebobolan dua gol melalui serangan balik pada babak pertama melawan Bremen. Kesalahan ini tidak boleh terulang lagi saat melawan Madrid,” kata Pizarro dikutip dari Four Four Two.

Meski begitu, Pizarro cukup yakin bisa membalikkan keadaan. Dia menganggap kemenangan atas Bremen menjadi bukti bahwa rekan-rekannya memiliki mental pemenang dan mampu bangkit dari kekalahan.

“Itu adalah kemenangan penting dan kami berharap bisa mengulanginya pada laga nanti,” tambah Pizarro.

Pelatih Bayern Muenchen Josep Guardiola menyadari adanya titik lemah di barisan pertahanan. Bagaimana tidak, Muenchen sudah tujuh kali selalu kebobolan terlebih dahulu dari sembilan laga di semua kompetisi.

“Saya kecewa dengan fakta tersebut. Kami selalu baru tampil lebih baik pada babak kedua,” kata Guardiola.

Akan tetapi, mantan pelatih Barcelona tersebut sangat yakin para pemainnya dapat memetik pelajaran atas segala kesalahan dalam beberapa pertandingan terakhir.

Guardiola pun optimistis Muenchen mampu mengejar selisih satu gol. Apalagi Muenchen kali ini bermain di kandang dan bakal mendapat dukungan penuh dari para suporter.  (rpb/ram)