Liburan Penumpang KA Tembus 3.8 Juta

Liburan Penumpang KA Tembus 3.8 Juta

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengumumkan total penumpang pada liburan Natal dan tahun baru secara nasional untuk kelas utama mencpai 1.680.200 penumpang. Sementara untuk kereta lokal sepanjang 17 hari masa angkutan liburan mencapai 2.135.139 atau naik 33 persen pada periode yang sama.

Vice President Public Relation PT KAI, Sugeng Priyono mengungkapkan,  kenaikan tahun ini lebih banyak disokong kereta lokal yang beroperasi antarkota. Sementara untuk kereta KRL dan Komuter tidak masuk hitungan PT KAI lantaran tidak termasuk kereta angkutan liburan.

Sugeng menyebutkan, kenaikan penumpang tahun ini di luar perkiraan. “Kalau melihat polanya, banyak penumpang yang berlibur tidak jauh dari kota asal dan para pekerja sektor non formal,” katanya.

PT KAI menyebutkan bila jumlah penumpang kelas utama itu sudah termasuk penumpang ekonomi jarak jauh dan kereta eksekutif. Sugeng sengaja tidak membagi jumlah penumpang antara kereta ekonomi jarak jauh dengan komersial. Masalahnya tujuan penumpang di dua kereta itu nyaris sama.

Sebagai bahan perbandingan, jumlah penumpang kelas utama tahun ini naik sebesar 26 persen. Dimana tahun lalu jumlah penumpang di kelas utama mencapai 1.336.531, sedangkan tahun ini terealisasi 1.680.200 penumpang.

Besarnya kereta lokal ini tidak memunculkan penyumbang penumpang paling banyak. Masalahnya untuk kereta lokal itu bergerak dalam satu wilayah atau lingkup Daerah Operasi (Daops). “Artinya masing-masing Daops memiliki catatan tersendiri dan tidak sama volume penumpangnya,” sebut Sugeng.

Sementara untuk kereta ekonomi lokal kenaikan dari 1.606.893 pada tahun 2012 menjadi 2.135.139, atau melompat 33 persen. “Lonjakan ini diluar perkiraan kita lantaran awalnya kita memprediksi kenaikan rata-rata sekitar 12 persen,” lanjutnya.

Mantan Manager Humasda Daops 8 ini menambahkan, hampir semua kereta melakukan maksimalisasi rangkaian. Hal ini untuk menampung jumlah penumpang sesuai dengan okupansi tempat duduk. Saat ini PT KAI menerapkan aturan okupansi 100 persen dari total kapasitas tempat duduk untuk kereta jarak jauh dan 150 persen untuk kereta lokal. (wh)