Liburan, Pelabuhan Ketapang Dipadati Pengunjung

Liburan, Pelabuhan Ketapang Dipadati Pengunjung
Kepadatan kendaraan bermotor di Pelabuhan Kepatapang dalam antrean kapal ferry. guterres/enciety.co

Hujan yang mengguyur Pelabuhan Ketapang Banyuwangi tidak menyurutkan niat wisatawan untuk berlibur ke pulau Dewata Bali pada liburan panjang kali ini.

Seperti diketahui, untuk menuju Pulau Bali, masyarakat bisa menaiki kapal dari pelabuhan Ketapang kecamatan Kalipuro Banyuwangi menuju ke pelabuhan Gilimanuk.

Plt General Manager PT Indonesia Ferry (IF) ASDP Ketapang Saharuddin Koto mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan 32 kapal untuk mengangkut para penumpang pulang pergi.

“Kami perkirakan hari ini mengalami lonjakan penumpang. Dan kami sudah menyiagakan 32 kapal agar semua dapat tertampung,” kata Saharuddin Koto, Kamis (14/5/2015).

Menurut dia, lonjakan penumpang belum begitu terasa pada hari kemarin karena anak-anak masih masuk sekolah dan orang tua yang masih bekerja.

Di Pelabuhan Ketapang sendiri, truk-truk besar untuk dapat masuk areal pelabuhan harus antri. Tidak hanya itu, juga banyak bus pariwisata dan mobil pribadi padati pelabuhan itu.

Mereka untuk dapat menaiki kapal yang mengangkut ke Bali harus menunggu selama sejam untuk dapat diangkut ke Gilimanuk. “Semuanya akan terangkut tanpa kecuali,” terusnya.

Seminggu lalu, beberapa sekolah mengadakan wisata ke Pulau Bali. Wisata kali ini diadakan bersamaan dengan libur panjang bulan Mei ini. Seperti dilakukan siswa sekolah SMP Negeri I Pandaan ini. Pihak sekolah menyewa lima bus untuk dapat mengangkut para siswanya bertamasya di pula Dewata.

Nabila Almasyumina siswa kelas 9 SMP Negeri I Pandaan mengatakan wisata kali ini sudah direncanakan sejak jauh hari.

“Kami (sekolah red) sudah merapatkan bila usai Unas maka akan berdarmawisata ke Bali,” kata Nabila kepada enciety.co, Kamis (14/5/2015).

Ada sembilan tujuan yang direncanakan akan dikunjungi oleh mereka. Diantaranya adalah Bedugul, Tanah Lot dan Pantai Kuta.

Gadis berkerudung ini juga menambahkan bila wisata tersebut sangat dinantikan olehnya dan teman-temannya. “Bali kan jauh. Bila gak sama sekolah mungkin tidak diijinin oleh orang tua untuk pergi wisata,” ucapnya. (wh)