Lewat Twitter, Muhaimin Tolak jadi Menteri Jokowi

 

Lewat Twitter, Muhaimin Tolak jadi Menteri Jokowi

Ketua umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menolak menjadi menteri Presiden Jokowi. Penolakan itu disampaikan lewat  akun twitter-nya, @cakiminpkb. Muhaimin mengaku ingin konsentrasi besarkan partai ketimbang  rangkap jabatan sebagai menteri.

“Kayaknya aku lebih memilih konsentrasi jadi ketua umum PKB, karena memang lebih baik tidak merangkap dengan jabatan menteri. Mohon dukungan,” tulis Muhaimin.

Sebelumnya, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar disebut-sebut akan menjadi Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) dalam kabinet Jokowi-JK.   Di lain pihak, penolakan ini juga dikabarkan karena nama Muhaimin termasuk yang  tidak lolos dari penelusuran yang dilakukan KPK dan PPATK. Hanya saja, isu ini dibantang Wasekjen PKB Edy Lukman.

Sementara itu, Tiga Politisi PKB menemui Presiden Jokowi di Istana Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (23/10/2014). Ketiganya adalah Ketua DPP PKB Marwan Djafar, Sekjen PKB Hanif Dakhiri dan pengurus DPP PKB lainnya bernama Nasir.

Ketiga politisi itu tiba di pintu masuk Istana Merdeka pada pukul 09.30 WIB dengan menumpang mobil Toyota Alphard. Saat ditanya apakah maksud kedatangan ketiganya terkait penyusunan kabinet Jokowi-JK, mereka tidak menjawab dengan jelas.  “Pokoknya ini dipanggil Pak Presiden,” kata Marwan.

Ia pun enggan menanggapi lebih banyak saat ditanya apakah kedatangan ketiganya terkait pernyataan ketua umum PKB yang telah menolak masuk dalam kabinet pemerintahan Jokowi. “Kemarin kan Cak Imin mundur, ini ada Pak Hanif dan Pak Nasir,” ucap Marwan. (lp6/ram)