Lestarikan Menu Tradisional, Bikin Jajanan Khas Bongko Mentuk

Lestarikan Menu Tradisional, Bikin Jajanan Khas Bongko Mentuk
Chef Muawaluyo meberikan bongko mentuk dalam pelatihan Culinary Business Pahlawan Ekonomidi Kaza City, Surabaya, Minggu (8/11/2015). foto:arya wiraraja/enciety.co

Pahlawan Ekonomi berkomitmen melestarikan warisan budaya khas Surabaya dengan dengan membuat menu-menu tradisional. Salah satunya menggelar pelatihan membuat kue bongko mentuk.

Kue bongko mentuk adalah jajanan khas Kota Pahlawan yang terbuat dari adonan dadar yang berbahan dasar tepung beras dan santan. Yang menarik dari kue ini adalah isi dari kue tersebut, yaitu daging ayam.

“Kurang lebih kue ini hampir sama dengan lemper, tapi rasa dan kemasan dari kue ini berbeda. Kue bongko mentuk ini lebih manis dan gurih,” urai Chef Muawaluyo, instruktur pelatihan Culinary Business Pahlawan Ekonomi, saat ditemui di Kaza City, Surabaya, Minggu (8/11/2015).

Untuk membuat menu ini, terang dia, dibutuhkan beberapa bahan dasar. Di antaranya santan kental dari kelapa, daging ayam rebus matang suwir, daun jeruk, batang serai memarkan. Untuk bumbu ayam sebagai isi, dibutuhkan bawang merah, bawang putih, ketumbar sangrai dan jintan yang telah dihaluskan. Sebagai pelengkap, siapkan daun pisang dan lidi penyemat untuk membungkus adonan.

Menurut Muawal, untuk membuat menu ini dibutuhkan waktu kurang lebih 30 menit. Yang perlu diperhatikan dalam pembuatan menu ini adalah teknik dan waktu dalam proses pengukusan adonan.

“Kita harus cermat dalam mengukus adonan, sebelum adonan dikukus, adonan terlebih dulu di balut dengan daun pisang, untuk membalutnya kita juga harus hati-hati agar hasilnya bagus,” paparnya.

Lantas, jelas dia, ongkos membuat menu khas tradisional ini dibutuhkan tidak besar. ”Untuk membuat menu special dengan 20 porsi kita membutuhkan ongkos Rp 20 ribu. Bayangkan, jika kita jual perporsi dengan harga Rp 3 ribu, maka kita akan menghasilkan untung berlipat-lipat,” tandas dia. (wh)