Lenovo Rumahkan 3.200 Karyawan

Lenovo Rumahkan  3.200 Karyawan
foto: wsj.net

Vendor ponsel dan komputer China, Lenovo Group Ltd, berencana merumahkan 10 persen dari total karyawannya karena penjualan ponsel Motorola turun kembali untuk ketiga kalinya. Hasil yang kurang memuaskan itu membuatnya ragu bahwa Motorolo mampu menguasai pasarsmartphone global. Padahal Lenovo sudah mengeluarkan kocek cukup besar, yakni USD 3 miliar untuk mengakuisisi perusahaan asal Amerika Serikat tersebut.

Labanya merosot karena Divisi Mobile Lenovo mengalami kerugian hampir USD 300 miliar. Karena itu Lenovo berencana merumahkan 3.200 karyawannya di divisi non-manufacturing dengan biaya mencapai USD 600 miliar.

Menurut Yang Yuanqing, Chief Executive, sebetulnya restrukturisasi ini dapat menghemat hingga USD 1,5 miliar. Namun, lesunya pasarhandset, ditambah lagi pasar personal computer (PC) di dunia yang menurun drastis, akan menjadi tantangannya dalam beberapa tahun ini.

“Kami masih yakin bahwa mobile adalah bisnis baru yang akan kami menangkan,” kata Yang, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (14/8/2015). Bahkan Lenovo berambisi untuk menyaingi rival utamanya, Apple Inc dan Samsung Electronics Co di pasar smartphone.

Yang juga meyakini akuisisi Motoroloa merupakan keputusan yang tepat. “Kecuali Apple dan Samsung, tidak ada pemain global ketiga yang kuat di pasar smartphone. Saya yakin kami akan ada di posisi ketiga,” tambahnya. Sebelum diakuisisi Lenovo, Motorolo lebih dulu dibeli Google Inc senilai USD 2,91 miliar. Per kuartalnya, Motorola mengapalkan 5,9 juta unit ponsel, turun 31 persen dari tahun sebelumnya. (lp6)