Lembaga Keuangan Harus Permudah Kebutuhan Perumahan Rakyat

 

Lembaga Keuangan Harus Permudah Kebutuhan Perumahan Rakyat

Kebutuhan perumahan rakyat akan terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah keluarga baru di Indonesia. Perubahan struktur demografi menuntut pemerintah dan pengembang makin cerdas dalam membuat perencanaan perumahan rakyat.

Sementara pembangunan perumahan rakyat hendaknya terintegrasi dengan public utility, public transport,serta skema pembiayaan yang makin jangka panjang dan secara umum kewajiban pemerintah untuk menyediakan lahan untuk perumahan.

Hal itu ditegaskan Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dalam diskusi terbatas dengan pengutus Real Estat Indonesia (REI) Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

“Skema tersebut harus menjadi prioritas bagi para pemegang otoritas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” tandas Kresnayana Yahya.

Dia lalu menjelaskan, pinjaman non lapangan usaha untuk tempat tinggal di Jawa Timur meningkat hampir 30 persen di tahun 2013. Meskipun trend pinjaman untuk flat dan apartemen jauh lebih tinggi.

“Dari total properti pinjaman rumah tinggal masih paling tinggi berkisar antara 90-95 persen sedangkan pinjaman flat dan apartemen mulai tahun 2012 mencapai 4 persen di mana tahun sebelumnya hanya berkisar sekitar 1 persen,” jelas pakar statistic ITS ini.

Menurut dia, kenaikan upah minimum kabupaten/kota (UMK) juga mendorong warga untuk merencanakan pembelian dan perbaikan properti di tahun 2014. Riset pola konsumsi enciety menunjukkan, hampir 30 persen pada kelompok SES A, B dan C di Jawa Timur memiliki rencana renovasi maupun pembelian properti di tahun 2014.

Fakta tersebut, sebut dia, menunjukkan bahwa papan sebagai kebutuhan pokok masyarakat hendaknya harus terus diperbaiki support-nya. Pemerintah melalui kementerian perumahan rakyat (kemenpera) hendaknya mampu memberikan kebijakan yang tepat.

“Kebijakan yang memberikan keadilan bagi kesejahteraan rakyat serta tetap membuat investasi properti menarik bagi pengembang,” pungkas Kresnayana. (wh)