Lelang Agribis di Puspa Agro, Jagung Laris Manis

 

Lelang Agribis di Puspa Agro, Jagung Laris Manis

Lelang Agribis ke-116 yang diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim di Puspa Agro Jemundo Sidoarjo, komoditi makanan pokok beras dan jagung hibrida dari laris manis. Jagung memperoleh transaksi terbesar, Rp 4,600 miliar atau 38,37 persen dari total transaksi Rp 11,988 miliar.

“Jawa Timur selain lumbung beras juga merupakan salah satu daerah penghasil jagung terbesar di Indonesia,” ujar Hamid Pelo, panitia lelang, disela-sela Lelang di Puspa Agro, Selasa (22/4/2014).

Kata dia, hasil bumi Jatim sebgaian untuk konsumsi sendiri dan sisanya untuk mencukupi kebutuhan daerah lain di Indonesia. Jika daerah lain di Indonesia ingin mendapatkan komoditi pangan, sayur dan buah buahan harus mengikuti kegiatan lelang agribis yang diselenggarakan hari Selasa, minggu ketiga setiap bulan.

“Kegiatan lelang ini merupakan pertemuan antara petani dan produsen dengan pedagang besar dari berbagai daerah di Indonesia. Lelang agribis mempunyai nilai strategis karena ikut mendukung perdagangan antar pulau antarprovinsi yang berdampak ikut meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur,” papar Hamid.

Karena itu, sambung dia, produk dan komoditi agribis yang dilelang harus punya standar kualitas baik, bermutu, dan jika sudah ada kesepakatan harga harus dijaga betul agar jangan sampai gagal serah.

Menurut dia, yang pelu dijaga jika harga sudah disepakati kualitas harus sama dengan contoh. Juga kemasannya yang bagus untuk menambah nilai jual.

Untuk lelang kali ini nilai transaksi beras merupakan transaksi tertinggi kedua dengan volume 450 ton harga berpariasi mulai Rp 7.000-8.000/kg totalnya Rp 3.50 miliar atau 27,44 persen dari seluruh transaksi.

Kemudian terbesar tetiga adalah diperoleh dari transaksi cengkeh dari Manado volumenya 56 ton harga antara Rp 105.000-145.000/kg total Rp 1,159 miliar atau 12,67 persen dari seluruh transaksi.

Kemudian kentang memperoleh transaksi Rp 720 juta, tepung kulit singkong Rp 55 juta, alpukat Rp 240 juta, jeruk pamelo Rp 160 juta, kacang koro Rp 175 juta dan kelapa tua Rp 207 juta.(kmf/wh)