Lee Kuan Yew dan Soeharto, Sama Lama Berkuasa tapi Beda Hasilnya

soharto

Meninggalnya Lee Kuan Yew, menimbulkan duka yang mendalam bagi rakyat Singapura. Namun, sosok mantan orang nomor satu di Singapura ini juga mempunyai kedekatan dengan mantan Presiden Soeharto.
Antara Soeharto dan Lee Kuan Yew merupakan sahabat dekat dan memiliki gaya kepemimpinan yang sama. Kedua orang ini lebih mengutamakan pembangunan di masing-masing negaranya walaupun harus mengorbankan isu demokrasi.

Lee Kuan Yew berhasil memerdekakan Singapura dari Persemakmuran Malaysia pada 1965, ia dan Partai PAP (People Action Party) melakukan aksi demonstrasi besar-besaran sehingga Malaysia pun melepas Singapura dari wilayahnya. Setelah itu dia menjabat sebagai Perdana Menteri Singapura. Soeharto juga menjabat sebagai Presiden Indonesia setelah melalui peristiwa G-30/SPKI yang menyebabkan terjadinya krisis politik dan ekonomi yang hebat. Aksi demonstrasi besar-besaran terjadi di Indonesia, sehingga Bung Karno harus melepaskan jabatannya kepada Soeharto.

Setelah Lee Kuan Yew dan Soeeharto menjadi pemimpin di negaranya masing-masing. Sektor ekonomi lah yang menjadi fokus kedua orang ini. Lee berhasil merubah Singapura yang tadinya miskin dan terbelakang. Dalam jangka waktu 30 tahun berhasil menjadi negara modern dan makmur.

Soeharto juga berhasil membuat Indonesia menjadi negara berkembang dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi jika dibandingkan dengan era Bung Karno. Gelar Bapak Pembangunan pun diberikan atas jasa-jasanya. Hanya saja, langkah yang dilakukan Soeharto ini terasa semu. Buktinya, ekonomi negara ini rapuh saat dihantam krisis moneter pada 1998 lalu. Bahkan, Soeharto pun tumbang. Sedang Lee tetap kokoh dan menjadikan Singapura seperti sekarang ini. (bbc)