Lebaran, Telkom Berikan Jaminan Layanan Prima di Jatim, Bali, dan Nusra

Lebaran, Telkom Berikan Jaminan Layanan Prima di Jatim, Bali, dan Nusra

: Executive Vice President Telkom Regional V Jatim, Bali, Nusra Suparwiyanto melakukan pengecekan. foto:telkom

Persiapan secara matang oleh Telkom, khususnya di sisi network capacity and network quality, traffic monitoring, high availability network monitoring terus dilakukan. Begitu juga dengan kesiapan petugas di lapangan yang berjaga di titik-titik Posko selama lebaran 1437 hijriyah ini.

“Semua persiapan ini kami lakukan agar kami bisa mendeliver layanan prima dengan menjaminkan top perform quality of service, khususnya di area-area Premium seperti halnya di public service dan POI (point of interest), juga RNC (Radio Network Controller) dan SQUAT (Special Quality and Assurance Team) yang secara khusus mengawal kehandalan network Telkomsel,” kata Executive Vice President Telkom Regional V Jatim, Bali, Nusra Suparwiyanto.

Titik-titik public service rawan yang dijaga keandalan network-nya diantaranya bandara, pelabuhan, terminal, stasiun kereta api, Posko-posko Dinas Perhubungan, juga titik-titik destinasi wisata utama. Di beberapa titik ini, menurut Parwi panggilan akrabnya, pihak Telkom sudah menyiapkan jaringan dengan dual homing, sehingga jaringan utama tetap mempunyai back up.

Lokasi-lokasi yang menjadi Point of Interest seperti halnya pelanggan-pelanggan Telkom di kategori Premium, Gold dan Silver juga diberikan pengawalan khusus.

“Tidak hanya itu, kami sangat concern dalam mengawal kehandalan network Telkomsel, sehingga kami juga sudah lakukan dual homing untuk RNC dan tak kurang dari 104 team SQUAT mengawal 4853 node-B Telkomsel, link dan IP Backbone Telkomsel, ditambah 10 OMG (Operation and Maintenance Group) di NTB dan NTT,” lanjutnya.

Selain itu, pengamanan backbone di wilayah Bali dan Nusra menjadi salah satu priority, sehingga diupayakan no blackout. “Kami sudah lakukan test pembebanan traffik kabel diversity, integrasi catuan dual source, expand link Telkomsel, bahkan patroli rutin harian dan untuk kondisi emergency kami sudah distribusikan telepon satelit di wilayah NTB dan NTT,” lanjutnya.

Dua minggu pertama Ramadan, di momen Safari Ramadan ke-10 lokasi di Jatim, Bali, Nusra, dilakukan juga cutt of kabel-kabel sekunder dan primer untuk modernisasi jaringan dari kabel dan sentral berbasis kabel tembaga ke fiber optik.

Ke-10 lokasi tersebut berada di Kediri, Jember, Singaraja, Pasuruan, Pandaan, Madiun, Mataram, Gresik, Malang, dan Kupang. Dari proses modernisasi ini, jika di total Nasional, hingga kini Telkom telah berhasil menyediakan network untuk 10 juta homepassed.

“Bukan hanya kabelnya kami modernisasi, tapi sentral-sentral telepon otomat juga sudah kami ganti untuk bisa support ke fiber optik di banyak lokasi, terakhir kami shut down 3 STO (Sentral telepon Otomat) di Malang yakni di Singosari dan Tumpang, juga di Sweta Mataram,” tambah Parwi.

Selama kurun waktu 2015-2016 ini, di Jatim Bali dan Nusra pihaknya sudah mematikan tak kurang dari 8 STO di wilayah Gadang Malang, Bambe Surabaya, Sepanjang, Balongpanggang dan Duduk Sampeyan Gresik, Singosari dan Tumpang Malang dan Swetta Mataram.

Bukan hanya kesiapan network yang dilakukan Telkom sepanjang moment Ramadhan dan Lebaran, Telkom juga telah melakukan Safari Ramadan di berbagai wilayah di Jatim Bali Nusra. Salah satu agenda utama di antaranya pembagian sembako, santunan anak yatim dan panti asuhan. Salah satunya, pada momen Pasar Murah dan Santunan Anak Yatim yang dilakukan 24 Juni lalu di 9 kota/kabupaten di Jatim.

Telkom telah menyelenggarakan pasar murah yang didistribusikan kepada 9.000 orang, dimana hasil penjualan dari program ini telah diserahkan kepada lebih dari 111 rumah ibadah. Juga lebih dari 32 yayasan dengan jumlah penerima anak yatim tak kurang dari 900 orang menerima santunan di 9 kota/kabupaten. (wh)