Lebaran, RSUD Dr Soetomo Liburkan Rawat Jalan

Lebaran, RSUD Dr Soetomo Liburkan Rawat Jalan
foto: surabayanews.co.id

Selama Lebaran, pelayanan rawat jalan RSUD Dr Soetomo akan diliburkan menyesuaikan kalender pemerintah pada 16-21 Juli 2015. Sedangkan Instalasi Gawat Darurat (IGD), unit ambulans, dan CT Scan tetap melayani pasien.

”Kita hanya meliburkan pelayanan rawat jalan saja dan mengikuti kalender pemerintah, sedangkan pelayanan lainnya seperti IGD tetap buka,” kata PLT Direktur RSU dr Soetomo Surabaya, dr Harsono, Selasa (14/7/2015)

Harsono mengaku, setidaknya sekitar 1.000 petugas medis diberi tugas untuk siaga di tempat (on site), maupun siap untuk dihubungi kapan saja (on call) dalam melayani pasien. Para petugas tersebut dari kalangan dokter, bidan, perawat, apoteker, ahli gizi, maupun bagian umum. sementara pegawai yang disiagakan, layanan 24 jam adalah layanan mobil ambulans, IGD, radiologi dan CT Scan.

”Kita tetap siaga karena melihat pengalaman tahun-tahun sebelumnya jumlah pasien ketika lebaran sangat banyak,” tandasnya.

Ia mengimbau, agar pasien tidak selalu mengandalkan RSUD dr Soetomo sebagai tempat rujukan pertama, kecuali jika benar-benar darurat. ”Kalau masih tergolong ringan bisa ditangani di RS terdekat. Jika tidak teratasi baru dirujuk ke Soetomo,” terangnya.

Menurut dia, masyarakat harus mampu memanfaatkan rumah sakit lain sebagai rujukan, seperti RSUD Saiful Anwar Malang, RSUD dr Sudono Madiun, dan RSU Haji, Surabaya. Rumah sakit ini dapat digunakan masyarakat sebelum merujuk langsung ke Soetomo.

”Jika semua datang langsung ke Soetomo, maka pelayanan Soetomo akan membludak dan pada akhirnya pelayanannya tidak akan maksimal.

Sementara untuk menghindari penyakit saat lebaran, diharapkan masyarakat untuk tetap hidup sehat dan menjaga kondisi tubuh. Biasanya penyakit yang timbul saat Lebaran adalah gangguan pencernaan hal ini dikarenakan pola makan yang berubah.

”Setelah berpuasa sebulan penuh kadang ada orang yang tidak kontrol pola makan sehingga terkena gangguan pencernaan,” ungkapnya.

Selain itu penyakit yang disebabkan virus juga berpotensi berkembang melalui tempat-tempat umum yang disinggahi para pemudik, seperti flu atau ISPA dan batuk.

”Tidak mungkin semua pemudik sehat pasti ada yang membawa virus, sehingga diperlukan kewaspadaan terhadap penularan penyakit. Jika konsisi kita fit maka penularan penyakit selama lebaran akan sulit terjadi, karena itu siapkan masker,” kata Hasono. (kmf/wh)