Lebaran, 50 Petugas Disiagakan di Gunung Bromo

 

Lebaran, 50 Petugas Disiagakan di Gunung Bromo

Sebanyak 50 petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) disiagakan di objek wisata Gunung Bromo yang memiliki ketinggian 2.329 meter dari permukaan laut selama Lebaran Idul Fitri 2014.

Hal itu ditegaskan Kepala Balai Besar TNBTS Dr Ayu Dewi Utari, Minggu (27/7/2014). “Kami tetap membuka objek wisata Bromo selama Hari Raya Idul Fitri karena berdasarkan pengalaman Lebaran tahun lalu, kunjungan wistawan justru naik dua kali lipat,” ujarnya.

Untuk itu, kata dia, pihaknya melibatkan masyarakat dan petugas lebih banyak untuk melayani wisatawan selama libur Lebaran di kawah gunung yang memiliki keindahan eksotik tersebut.

“Alhamdulillah cuaca di gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Probolinggo, Malang, Lumajang, dan Pasuruan itu cukup bagus saat ini yakni 5-10 derajat celcius,” tuturnya.

Menurut dia, beberapa jalur yang aman dilewati oleh wisatawan untuk menuju ke Gunung Bromo antara lain dari Probolinggo (Cemara Lawang) dan Pasuruan (Wonokitri), sedangkan jalur dari Malang tidak bisa dilewati karena kondisi jalannya rusak.

“Saya imbau wisatawan tidak melewati jalur dari Malang yang melewati Tumpang-Gubugklakah-Ngadas-Jemplang-Gunung Bromo yang berjarak 53 kilometer karena kondisi jalan hancur dan rusak parah,” paparnya.

Ayu juga meminta pengunjung yang menggunakan sepeda motor matic tidak melintasi lautan pasir dan naik ke kawasan tersebut karena beberapa kali terjadi kecelakaan motor matic di kawasan lautan pasir, sehingga dapat membahayakan para wisatawan.

“Kami juga mengimbau kepada pengunjung tidak membuang sampah sembarangan untuk menjaga kelestarian ekosistem dan tidak menyalakan api unggun karena rawan kebakaran pada musim kemarau yang terjadi di kawasan lautan pasir Bromo,” katanya.

Selain Gunung Bromo, lanjut dia, pihak TNBTS juga membuka objek wisata Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 mdpl di Kabupaten Lumajang selama Lebaran 2014 dengan menyiagakan sebanyak 30 petugas dan melibatkan masyarakat untuk melayani wisatawan.( ant/wh)