Lebaran 2016, Penumpang di Bandara Juanda Naik 20 Persen

Lebaran 2016, Penumpang di Bandara Juanda Naik 20 Persen

Liza Anindya Rahmadiani, Communication & Legal Section Head PT. Angkasa Pura I Kantor Cabang Bandara Juanda, Didik Catur Prasetya (Divisi Human Capital & General Affair Manager PT Angkasa Pura I ), dan Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya, dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (17/6/2016), foto: arya wiraraja/enciety.co

Libur Lebaran 2016 mendatang, Bandara Juanda yang merupakan salah satu bandara terpadat di Indonesia, bakal mengalami lonjakan penumpang dan barang signifikan. Diprediksi, pada Juni, Juli, dan Agustus, akan terjadi lonjakan penumpang sekitar 20 persen

Hal itu diungkapkan Chairperson Enciety Business Concult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (17/6/2016).

“Hal ini dipengaruhi oleh beberapa momen besar, di antaranya Hari Raya Lebaran, musim liburanm dan perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin mobile,” tandas Kresnayana.

Ditegaskan Kresnayana, fakta ini merupakan tanda jika ke depan kita bakal dihadapkan oleh tingkat mobilitas masyarakat yang sangat tinggi. “Keterbukaan arus informasi yang dihadirkan internet ternyata masih belum dapat mewakili keberadaan seseorang. Ternayata, hal tersebut perlu diimbangi dengan mobilitas orang. Entah itu dengan alasan bisnis atau keperluan keluarga. Namun ke depan kita bakal dihadapkan tingkat mobilitas orang yang bakal semakin meningkat,” ujarnya.

 Kresnayana mengatakan, dulu moda angkutan udara masih dianggap sebagai moda angkutan elit yang hanya dapat diakses oleh sebagian orang saja. Namun sekarang, moda angkutan ini menjadi pilihan utama orang dalam melakukan perjalanan.

“Hal tersebut terlihat dari peningkatan jumlah penumpang domestik yang ada di Bandara Juanda sebesar 24 persen atau setara dengan 2,5 juta orang pada periode 2016. Sementara untuk penumpang Internasional juga mengalami peningkatan sekitar 12 persen. Bandara Juanda sendiri dapat melayani sekitar 50 ribu orang per harinya,” urai Kresnayana

Menurut pakar statistika ITS tersebut, perputaran uang di bandara saat ini diperkirakan mencapai Rp 300-400 miliar saban harinya. Angka tersebut sangatlah lumrah. Sebab selain orang, Bandara Juanda juga melayani arus angkut barang.

“Contoh-contoh tersebut menunjukkan, jika saat ini keberadaan bandara menjadi hal yang sangat penting,” ulasnya.

Ia mencatat, ada 22 bandara di seluruh Indonesia yang telah diperbaiki dan ditingkatkan kapasitasnya, Di antaranya, di Bandara Abdulrachman Saleh Malang, Bandara Notohadinegoro Jember, dan lain sebagainya.

Untuk diketahui, Bandara Juanda menjadi salah satu dari 10 Bandara yang terbaik dari segi pelayanan rute penerbangan domestik maupun asing yang ada di dunia. Hal tersebut sesuai dengan survei Airport Service Quality (ASQ) yang dilakukan oleh Airport Consult Internasional (ACI) pada 2014. (wh)