LBH Terima 318 Kasus Perceraian sepanjang 2013

LBH Terima 318 Kasus Perceraian sepanjang 2013

Sepanjang 2013, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya banyak menerima pengaduan kasus soal perceraian. Kasus rumah tangga tidak harmonis tersebut menempati peringkat kedua dari empat kasus menonjol yang dibawa ke LBH Surabaya.

Dari total 318 kasus yang dilayani secara hukum, empat jenis kasus terbanyak mulai dari perdata (25,47 persen), perkawinan (23,9 persen), pidana (17,92 persen), dan buruh (12,58 persen).

Hosnan, Kabid Penanganan Perkara LBH Surabaya, mengatakan untuk kasus perdata, pengaduan yang disampaikan ke LBH banyak terkait sengketa tanah dan wanprestasi.

“Dua kasus yang paling menonjol adalah perdata dan perkawinan, dengan perbedaan persentase yang hampir sama,” tegasnya, Rabu (1/1/2013).

Ditambahkannya, masalah keharmonisan keluarga rupanya menjadi salah satu masalah utama bagi warga metropolis di Surabaya. “Yang terbesar yang melaporkan adalah kaum hawa atau ibu rumah tangga yang sudah tidak cocok lagi dengan pasangannya,” sambungnya.

Untuk klasifikasi yang memohon bantuan hukum perceraian, dikatakannya mereka yang mengadu sebagian besar dari kalangan menengah ke bawah. “Pekerjaannya juga ada swasta dan PNS,” terangnya.

Dari penyebab pengaduan perkawinan ini diketahui dari adanya pertengkaran pasangan, terutama masalah ekonomi. Mereka mengadu ke LBH Surabaya terkait proses hukum perceraian di pengadilan. Ada juga yang mengadu masalah proses hukum harta gono gini dan hak asuh anak.

“Kebanyakan yang datang karena tidak mengetahui proses hukum untuk cerai,” pungkasnya. (wh)