LBH Surabaya Buka Posko THR 2015

LBH Surabaya Buka Posko THR 2015

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Srabaya dan juga Relawan Buruh Jawa Timur membuka Posko Tunjangan Hari Raya (THR) Jatim 2015 untuk membantu buruh mendapatkan advokasi soal THR.

Koordinator Posko THR Jatim 2015 Abd. Wachid Habibullah mengatakan, posko ini dibuka untuk membantu buruh mendapatkan pendampingan advokasi terkait dengan pembagian THR yang bermasalah di tempatnya bekerja.

“Posko ini dimaksudkan untuk memberikan informasi, sosialisasi, menerima pengaduan dan memberikan pendampingan maupun bantuan hukum terkait dengan pemberian THR kepada buruh,” katanya, Kamis (18/6/2015).

Ia mengemukakan, Posko THR tersebut bertempat di Kantor LBH Surabaya di Jalan Kidal Nomor 6 Surabaya.

“Posko tersebut juga bertujuan untuk memantau pelaksanaan pembayaran THR di Jatim pada 2015. Karena dalam pelaksanaannya, pihak perusahaan kerap melakukan pelanggaran,” katanya.

Padahal, kata dia, ketentuan soal THR tersebut sudah diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) Nomor Per-04/MEN/1994 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi pekerja di perusahaan.

“Pekerja yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus-menerus atau lebih mendapatkan THR sebesar satu bulan upah,” jelasnya.

Sedangkan, lanjut dia, pekerja yang mempunyai masa kerja 3 (tiga) bulan secara terus-menerus, tetapi kurang dari 12 bulan, maka mendapatkan THR dengan perhitungan masa kerja 12 kali satu bulan upah,” papar dia.

“Pembayaran THR wajib dibayarkan oleh perusahaan selambat-lambatnya tujuh hari sebelum hari raya keagamaan,” ujar dia.

Sementara itu, menurut Wakil Koordinator Posko Pengaduan THR 2015 Jamaluddin mengatakan, berdasarkan data posko pada 2014 yang lalu, jumlah pelanggaran mengalami penurunan dari tahun-tahun sebelumnya.

“Namun, jumlah pemberi kerja yang melakukan pelanggaran justru meningkat dan didominasi oleh perusahaan menengah ke bawah,” pungkasnya. (wh)