Lawan Kebrutalan Israel, Muslim India Boikot Pepsi dan Coca Cola

 

Lawan Kebrutalan Israel, Muslim India Boikot Pepsi dan Coca Cola

Sejumlah protes keras menentang invasi Israel di Jalur Gaza kembali mengemuka. Kali ini muslim di India yang secara terang-terangan membokiot produk minuman soda asal Amerika Serikat.

Sekitar ratusan hotel dan restoran yang dimiliki oleh muslim India memprotes serangan Israel dengan cara tersebut. Muslim di Mumbai menunjukkan kebencian terhadap Amerika Serikat karena mereka percaya AS merupakan salah satu yang mendukung Israel dalam agresi ini.

Mumbai merupakan ibukota komersial India yang mulai berkomitmen untuk berhenti melayani merek minuman seperti Pepsi dan Coca Cola untuk pelanggan mereka. “Kami mengikuti prinsip-prinsip ajaran Mahatma Gandhi yang mengajari kami non-kekerasan,” kata Jawed Kotwal, pemilik Persia Darbar Hotel seperti dilansir OnIslam, Senin 4 Agustus 2014.

“Kami tidak memaksa siapa pun. Kami hanya berhenti melayani produk-produk kepada pelanggan kami dan memberi mereka pengganti. Perlahan-lahan kita akan mengganti semua produk AS dengan produk India,” ucap Jawed menambahkan.

Hampir 2.000 hotel dan restoran di Mumbai telah mulai menjual produk lokal untuk menggantikan produk minuman ringan Pepsi dan Coca Cola kepada konsumen mereka. Dengan cara tersebut, Jawed yang juga anggota All India Restaurant Association memprediksi kerugian sekitar 14 juta rupee atau USD 230.000 akan dihadapi oleh perusahaan tersebut setiap harinya.

Selain Mumbai, sejumlah pemilik hotel di Mumbra, India juga memastikan akan mulai memboikot sejumlah produk AS. Menurut pemilik hotel, aksi boikot produk Israel dan Amerika sebagai upaya membantu produsen lokal. Keputusan ini mendapat sambutan hangat dari sejumlah daerah yang didominasi muslim.

“Kami tidak ingin lagi membeli minuman ini. Kami ingin Amerika dan Israel sadar bahwa apa yang mereka lakukan tidak benar,” ungkap Fahad Sheikh, seorang mahasiswa yang menyatakan diri mendukung aksi boikot produk tersebut.

Sebagai alternatif, sejumlah pemilik hotel dan restoran mulai menawarkan minuman seperti jus buah dan jalzeera yang merupakan minuman ringan khas India. Jalzeera merupakan minuman yang terbuat dari jintan dan mint menyerupai rasa limun.

Boikot serupa juga sempat dilakukan oleh para pengusaha hotel dan restoran di India pada tahun 2001 ketika Amerika menginvasi Afghanistan. Produk Coca Cola dan Pepsi yang cukup populer di kalangan warga India saat itu dibatasi penjualannya. (mrd/ram)