Launching PE, 2.340 UMKM Surabaya Ikuti Pelatihan Usaha

Launching PE, 2.340 UMKM Surabaya Ikuti Pelatihan Usaha
Pelatihan Pahlawan Ekonomi Surabaya di Kaza City, Minggu (14/9/2014).

Sebanyak 2.340 ribu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) se-Surabaya Minggu (14/9/2014) berjibun di Kaza Surabaya mengikuti tiga jenis pelatihan Pahlawan Ekonomi (PE) 2014 Surabaya.

Kepada enciety.co Koordinator Pelatihan PE 2014 Nanik Heri mengaku memberikan tiga jenis pelatihan kepada ribuan pengusaha tersebut. Di antaranya pelatihan bagi UMKM Home Industry (HI), UMKM Culiner Business (CB), dan untuk UMKM creatif industry (CI).

“Ribuan pelaku UMKM ini kami latih agar mereka siap terjun ke pasar. Terlebih kita akan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015, para UMKM kita matangkan melalui pelatihan ini,” ujarnya.

Nanik juga menjelaskan pelatihan diberikan untuk para pelaku UMKM yang sudah masuk unggulan. Artinya para UMKM yang sudah memiliki brand produk, dan UMKM yang sudah siap terjun ke pasar dibekali cara mendapatkan posisi pasar yang strategis dan cara menambah jaringan pemasaran.

“Sejak tahun lalu kami sudah berhasil memasukkan pelaku UMKM ke Carefour. Ini prestasi yang luar bisa dari mereka. Karena itu kita tambah lagi tahun ini akan memasukkan 99 pelaku UMKM dan 45 UMKM Unggulan ke Carefour,” jelasnya.

Selain itu, menurut Nanik, pihaknya juga melakukan pelatihan kepada para pelaku UMKM pemula. Sekitar 234 UMKM pemula nantinya akan dibina untuk masuk ke pasar dan konsisten mempertahankan produknya.

“Kita beri pembekalan ke merek tentang pentingnya menjaga kualitas produk. Kami juga memberikan arahan bagaimana membuat kuliner yang enak, membuat industri kreatif yang menarik, dan membuat home instri yang layak pasar,” bebernya.

Ini menurut Nanik membutuhkan ketelatenan yang tinggi. Karena itu pihaknya mengaku terus mendampingi pelaku UMKM pemula agar tidak goyah ditekan kerasnya pasar ekonomi.

“Kami juga menyiapkan agar produk-produk mereka mendapatkan ijin SIUP, TDP, dan berbagai perijinan lainnya untuk mematenkan hasil karyanya. Ini wajib kami lakukan untuk kemajuan UMKM Surabaya ke depannya,” katanya.

Dirinci oleh Nanik, nantinya setiap pelaku UMKM terus dibina dan dilatih sesuai bidang usaha yang digelutinya. Seperti pelatihan cara membuat gado-gado, kue basah, dan berbagai jenis kuliner lainnya.

“Kami juga memeberikan pelatihan car membuat tudung saji, acessories, sepatu, dan sandal,” ujarnya.

Di sisi lain, satu di antara peserta pelatihan UMKM PE 2014, Lilik Fauziatininsih (44) mengaku sangat senang dengan adanya pelatihan tersebut. Menurutnya pelatihan ini sangat mendukung produknya agar semakin laris di pasaran.

“Saya punya usaha produk kerudung sulam. Saya merintis ini sejak 2 tahun terakhir bersama PE. Alhamdulillah saat ini omset saya mencapai Rp 5 juta per bulan,” akunya.

Lilik juga mengaku sering diajak pameran oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya di sejumlah mall di Surabaya. “Salah satunya produk saya sekarang sudah berhasil dipasarkan di Carefour Surabaya,” tutur dia.(wh)