Larangan Ekspor Newmont Dicabut

 

Larangan Ekspor Newmont Dicabut

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah memberikan rekomendasi Surat Persetujuan Ekspor (SPE) bagi PT Newmont Nusa Tenggara. Dengan begitu maka dalam waktu dekat Newmont bisa kembali melakukan ekspor.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, R. Sukhyar mengatakan surat rekomendasi itu sudah dilayangkan ke Kementerian Perdagangan untuk mendapatkan pengakuan SPE. “Kami kirim rekomendasi SPE ke Kementerian Perdagangan pagi ini. Kuota ekspornya 304.515 ton untuk enam bulan ke depan,” kata Sukhyar dalam konpers di Jakarta, Jumat (19/09/2014).

Sukhyar menuturkan kuota sekitar 300 ribu ton konsentrat itu bisa bertambah lagi apabila Newmont membangun pabrik pengolahan dan pemurnian mineral di dalam negeri (smelter) sendiri ataupun kerjasama dengan pihak ketiga.

Dia bilang Newmont telah menyatakan kesediaannya untuk membangun smelter sendiri maupun bekerjasama dengan pihak ketiga. Hal tersebut tertuang dalam nota kesepahaman (memorandum of understanding/Mou) amandemen kontrak pertambangan yang ditandatangani awal September lalu.

Dikatakannya dengan penerbitan rekomendasi itu maka dalam waktu dekat NNT menempatkan uang jaminan kesungguhan sebesar USD 25 juta. Jaminan itu merupakan bukti keseriusan NNT membangun smelter. Dia menambahkan NNT bakal menempatkan jaminan kesungguhan lagi jika menggandeng pihak ketiga atau membangun smelter sendiri.

“Besaran jaminannya akan kita hitung 5 persen dari nilai investasi smelter yang akan dibangun nanti,” ujarnya. (bst/ram)