Lantamal V Surabaya Simulasi Penanganan Korban Tenggelam

Lantamal V Surabaya Simulasi Penanganan Korban Tenggelam
Kepala Sub Dinas Keselamatan Laut Diskes Lantamal V, Letkol Laut (K) Agus Joko S saat memberi arahan dalam simulasi penanganan korban tenggelam di laut.

Sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan prajurit medis Dinas Kesehatan (Diskes) Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) V Surabaya menyelenggarakan simulasi penanganan korban tenggelam di laut. Dalam simulasi yang digelar selama lima hari tersebut prajurit medis diharapkan bisa melakukan penanganan gawat darurat meski tanpa alat medis yang memadahi.

Kepala Sub Dinas Keselamatan Laut Diskes Lantamal V, Letkol Laut (K) Agus Joko S mengatakan kegiatan pelatihan kesehatan tingkat tiga ini difokuskan tentang penanganan korban tenggelam di laut saat gawat darurat. Kegiatan ini sekaligus sebagai implementasi program kerja Diskes Lantamal V, yang merujuk pada skep Kasal No. SKEP/3451/VI/2005 yang tentang pelatihan berlanjut, tidak berlanjut, serta latihan bertingkat dari tingkat 1 hingga 4.

“Salah satu tugas pokok Diskes lantamal V adalah melaksanakan dukungan kesehatan pada kegiatan Operasi dan Latihan yang dilaksanakan oleh Lantamal V atau Latihan oleh unsur lain yang berada di wilayah kerja Lantamal V. Agar pelaksanaan tugas pokok dapat tercapai dengan hasil yang optimal, melalui program pelaksanaan Latihan secara berkelanjutan sehingga keterampilan dan profesionalisme personel kesehatan tetap terpelihara dan lebih meningkat,” tegasnya kepada enciety.co, Selasa (2/12/2014).

Sebelumnya, dalam amanatnya Kadiskes Lantamal V, Letkol drg. Budi Santoso juga menambahkan agar para prajurit dapat memanfaatkan semaksimal mungkin waktu yang singkat ini untuk memahami seluruh materi yang diberikan oleh Pelatih atau Instruktur. Baik materi teori maupun saat praktek lapangan dengan sebaik-baiknya.

“Laksanakan dengan penuh semangat, ikhlas dan bertanggung jawab, jaga ketertiban dan keamanan serta hindari kerugian personel dan meterial, agar kedepan setelah selesai latihan ini mampu mendukung tugas pokok Lantamal V,” tambahnya.

Dalam simulasi penanganan yang dilakukan sejak 1 hingga 5 Desember tersebut, prajurit medis diwajibkan melakukan penanganan terhadap korban akibat hewan-hewan di laut, penanganan penyakit akibat penyelaman. Selain itu penanganan korban kegawat-daruratan korban tenggalam, dan korban patah tulang.

“Mereka juga diwajibkan menguasai tekhnik evakuasi medis dengan atau tanpa alat, tekhnik pemasangan infus, Resustasi Jantung Paru(RJP), dan pengetahuan tekhnik pembalutan dan pembidaian. Sedangkan peserta latihan terdiri dari 20 orang personel paramedis dari lingkungan Lantamal V Surabaya,” sambung Joko.(wh)