Lansia, Niche Market yang Menggiurkan

Lansia, Niche Market yang Menggiurkan

Fajar Haribowo, Peneliti Senior Enciety Business Consult

Jumlah populasi orang Indonesia berusia di atas 60-an bakal meningkat tiga kali lipat menjadi 28,68 persen pada 2000-2050. Data tersebut dilansir Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam World Population Prospect 2010.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyebutkan, jumlah lansia pada kurun tahun tersebut akan mencapai 80 juta orang.

Banyak kebutuhan yang bisa di-create untuk para lansia. Karena menurut temuan yang dipublikasikan di British Journal of Sport Medicine, lansia yang lebih aktif dalam kegiatan sehari-hari mempunyai risiko lebih rendah terkena serangan jantung.

Menurut penelitian yang berlangsung selama 12 tahun ini, menjadi aktif menurunkan risiko terkena serangan jantung hingga 27 persen dan kematian akibat berbagai sebab hingga 30 persen. Aktif secara umum dalam kehidupan sehari-hari mempunyai manfaat penting yang ada kaitannya dengan kesehatan kardiovaskuler dan harapan hidup pada lansia, tanpa melakukan olahraga rutin.

Berkegiatan ringan seperti membersihkan mobil, memperbaiki bagian tertentu di rumah, memotong rumput di kebun, memetik bunga atau buah, hingga berbelanja bisa menjadi aktivitas yang disarankan untuk para lansia.

Menitipkan orang tua di panti rasanya masih tabu di Indonesia. Namun, dengan makin terbatasnya waktu anak-anak para lansia karena jebakan rutinitas sehari-hari dan bila penyedia layanan panti wreda mampu me-repositioning menjadi klub kebugaran lansia yang stylish, bukan tak mungkin pasar ini akan menjadi niche market yang menggiurkan.

Banyak hal yang bisa ditawarkan pada konsumen. Misalkan, bukan hanya menawarkan aktivitas, klub kebugaran bisa pula memberi solusi kebutuhan komunikasi para lansia dengan anak cucu yang tinggalnya di luar kota. Begitu pula dengan komunikasi dengan teman-teman lama mereka melalui video conference secara berkala. Kebutuhan makanan dan minuman yang lansia friendly juga patut dilirik.

Dengan meningkatnya kesejahteraan penduduk perkotaan di Indonesia, maka kebutuhan menyejahterakan orang tua akan meningkat.

Di Surabaya, berdasarkan data enciety Desk Research (eDR) jumlah penduduk yang berusia 65 tahun ke atas pada 2013 sudah mencapai 120 ribu jiwa atau meningkat 12 persen dibandingkan tahun 2009. (efh)