Ini Langkah Strategis Surabaya Mengolah Sampah

Ini Langkah Strategis Surabaya Mengolah Sampah

Sekretaris DKP Aditya Wasita harapkan masyarakat mampu kelola dan memilah sampah, foto: sandhi nurhartanto/enciety.co

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui pihak Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) berharap agar masyarakat Kota Pahlawan menjadikan kota ini menjadi bersih dan subur.

Sekretaris DKP Kota Surabaya Aditya Wasita mengatakan, pihaknya berharap agar masyarakat mau mengolah dan memilah sampah sebelum benar-benar dibuang ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) atau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Benowo.

“Dengan masyarakat mengolah dan memilah sampah sendiri, diharapkan pembuangan yang masuk ke TPA maupun ke TPS benar-benar sudah gak bisa diolah lagi,” kata Aditya Wasita di kantor Humas Pemkot Surabaya, Kamis (14/4/2016).

Untuk pemilahan sampah organik dan non organik dari masyarakat, DKP dapat langsung mengerjakannya. Ia mencontohkan, untuk sampah organik, pihaknya langsung memasukkannya ke mesin pencacah. Sedangkan sampah non organik dijual ke bank sampah atau diambil petugas penarik sampah.

“Para penarik gerobak sampah setiap harinya kalau sudah selesai bertugas maka menjadi pemilah sampah plastik lho,” ujarnya.

Ia juga mencontohkan, DKP telah bekerjasama dengan beberapa pihak PD Pasar untuk mengajak para penjualnya memilah sampah dagangannya. Pasar-pasar tradisional pedagangnya yang telah bisa memilah sampah seperti di Pasar Induk Osowilangun (PIOS) dan Pasar Kembang.

Untuk sampah organik, sebut Aditya, DKP telah mempunyai pengelolaan menjadi kompos, yaitu di Sutorejo dan Jambangan yang telah selesai pembangunannya. Sedangkan di Kebun Bibit Wonorejo, DKP mempunyai rumah kompos besar.

Begitu juga untuk pengelolaan tinja atau (kotoran manusia red), DKP mempunyai instalasi pengelolaan limbah tinja di Keputih. Untuk sedimen yang kering akan dibagikan ke berbagai taman di kota Surabaya dan dicampur kompos.

“Dengan pengelolaan berbagai limbah dan sampah menjadikan taman Surabaya subur. Bahkan kini black water dari septic tank dan grey water dari kamar mandi di berbagai kampung green and clean sudah mulai melakukan itu untuk menyiram tanaman. Bila masyarakat Surabaya butuh kompos silakan diambil gratis di kami,” tandasnya. (wh)