Langkah China Devaluasi Yuan Pukul Bursa  Eropa

bursa saham china

China mendevaluasi mata uangnya pada hari Selasa. People Bank of China (PBOC) mengatakan langkah ini dilakukan sebagai reformasi pasar bebas. Devaluasi Yuan memukul pasar modal Asia hingga AS. Indeks Nikkei 225 turn 0,42 persen, ASX 200 turn 0,65 persen, Stoxx 50 turn 1,9 persen, FTSE 100 turn 1,06 persen, DAX turn 2,68 persen. Sementara di Wall Street, S&P 500 turun 0,96 persen, Dow Jones turun 1,21 persen, dan Nasdaq turun 1,27 persen.

Saham Apple turun 5.2 persen to $113.54, penurunan harian tertinggi sejak akhir Januari 2014, akibat devaluasi yuan. Telepon pintar iPhone memiliki pasar yang kuat di China.

Saham General Motors turun 3,5 persen ke USD 30,83. GM mengatakan devaluasi yuan memiliki dampak yang terbatas untuk perusahaan. Alibaba turun 3,9 persen ke USD 77,34, sementara Google naik 4,3 persen ke USD 660,78 berkat reorganisasi holding perusahaan menjadi Alphabet.

China mendevaluasi nilai tukarnya sekitar 2 persen hingga nilai tukar yuan terhadap dolar menjadi 6.2298 yuan, terendah dalam tiga tahun terakhir. Penurunan ini juga yang terbesar sejak 1994.

“Karena neraca perdagangan  China terus mencatat surplus, nilai tukar efektif yuan masih relatif kuat dibandingkan mata uang global lainnya dan mulai melenceng dari ekspektasi pasar,” demikian disampaikan PBOC.

China mendevaluasi mata uangnya setelah data menujukkan ekspor turun 8,3 persen di bulan Juli akibat melemahnya permintaan dari Eropa, AS dan Jepang.  Pemerintah negeri ini berharap devaluasi yuan akan menggerakkan kembali ekspor. (bst)